Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

72 Kamar Isolasi di Shelter Rusunawa UII Siap Tampung Pasien COVID-19 

Kehadiran shelter rusunawa UII merupakan satu di antara contoh kolaborasi antara pemerintah, akademisi dan gerakan masyarakat.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Rektor UII Prof Fathul Wahid, bersama Sekda Sleman Harda Kiswaya, saat peluncuran dan meninjau ruangan di Shelter Rusunawa UII, Senin (14/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasus Coronavirus Disease-2019 (COVID-19) di Kabupaten Sleman mengalami trend lonjakan, empat pekan setelah lebaran. Keberadaan shelter Isolasi mendesak dan dibutuhkan.

Karenanya, Universitas Islam Indonesia (UII) didukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, dan gerakan kemanusiaan Sambatan Jogja (Sonjo) meluncurkan shelter baru yang bisa digunakan untuk menampung pasien positif tanpa gejala maupun bergejala ringan. 

"Mudah-mudahan, ini upaya kita bersama untuk membantu, memutus penyebaran COVID-19," kata Rektor UII, Prof Fathul Wahid, di sela kegiatan peluncuran shelter UII, Senin (14/6/2021). 

Persiapan untuk mengadakan shelter yang menempati Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) UII ini cukup singkat, hanya sekitar dua pekan.

Baca juga: Rusunawa UII Bakal Diaktivasi Jadi Selter Isolasi

Inisiasinya muncul ketika klaster halalbihalal merebak di dusun Nglempong, Ngemplak II, Umbulmartani dengan jumlah kasus mencapai 62 orang. 

Saat itu, sebagian warga Nglempong enggan dibawa ke Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 (FKDC) Asrama Haji maupun Rusunawa Gemawang.

Atas dasar itu, Pemkab Sleman bersama relawan Sonjo mencari tempat untuk dijadikan shelter isolasi di Sleman sisi utara.

Gayung bersambut.

Harapan ini mendapat respon bagus dari kampus UII. 

Nantinya, shelter Rusunawa UII terbuka untuk umum dengan kapasitas 72 kamar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved