Kabupaten Sleman
Rusunawa UII Bakal Diaktivasi Jadi Selter Isolasi
Setelah memiliki fasilitas kesehatan darurat COVID-19 (FKDC) Rusunawa Gemawang dan Asrama Haji, Pemkab Sleman berencana menambah selter isolasi.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Selter isolasi menjadi hal penting dalam penanganan pandemi Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).
Ketersediaannya terus ditingkatkan.
Setelah memiliki fasilitas kesehatan darurat COVID-19 (FKDC) Rusunawa Gemawang dan Asrama Haji, Pemerintah Kabupaten Sleman berencana menambah selter Isolasi.
Yaitu, dengan mengaktivasi rusunawa UII menjadi selter Isolasi.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Universitas Islam Indonesia (UII) Ratna Permata Sari membenarkan rencana penggunaan rusunawa yang berada di kompleks kampus terpadu UII untuk dijadikan selter COVID-19 di Kabupaten Sleman.
Baca juga: Update COVID-19 DI Yogyakarta 6 Juni 2021, Tambah 295 Kasus, 211 Pasien Dinyatakan Sembuh
Kendati demikian, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih detail, mengenai kapasitas bed dan kapan akan mulai diaktifkan.
"Kalau nggak salah, minggu lalu, pihak Dinkes Sleman, Rektor dan tim, baru mengecek lokasi. Diskusi selter memang sudah ada. Tapi untuk kesiapan mengecek lokasi, baru hari Rabu (2/6/2021) lalu. Untuk kapan persiapan dan berapa bed belum dipastikan," kata dia, dihubungi Senin (7/6/2021).
Menurut Ratna, selter rusunawa UII merupakan kerjasama antara pihak UII dengan Dinas Kesehatan Sleman dan rencananya akan digunakan untuk umum.
Ratna mengatakan, pihak UII hanya menyediakan tempat (gedung).
Kemudian soal pengelolaan, nantinya diserahkan sepenuhnya ke Dinas Kesehatan.
Lokasi gedung rusunawa, kata dia, berada didalam kampus terpadu UII di Jalan Kaliurang.
Gedung tersebut merupakan bangunan lama dan terpisah dengan gedung perkuliahan.
Selama ini, kata Ratna, rusunawa biasanya digunakan hanya untuk pesantrenisasi.
Baca juga: 26 Warga Nglempong yang Isolasi di Rusunawa Gemawang Sudah Pulang
"Bangunan menempati bangunan lama. Satu komplek dengan gedung terpadu. Keluar - masuk belum diatur. Tapi sejauh ini masih dari depan Kampus UII," kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan, ketersediaan bed bagi pasien covid-19 di Kabupaten Sleman secara umum masih aman.
Di selter rusunawa gemawang misalnya, dari kapasitas 74 tempat tidur, terpakai 12 bed.
Sementara asrama Haji, dari 42 kapasitas terpakai 12 bed.
Hanya saja, sebagai langkah antisipasi dengan menambah selter.
Soal aktivasi selter Rusunawa UII, dimungkinkan Minggu depan.
"(Ketersediaan bed) masih aman, minggu depan aktivasi shelter UII," ungkap dia.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)