Breaking News:

PPDB 2021

PPDB SD Jalur Cerdas Istimewa di Kota Yogyakarta Ditutup, Tak Ada Calon Peserta yang Memenuhi Syarat

Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021/2022 jalur cerdas istimewa untuk SD di Kota Yogyakarta berlangsung sejak Rabu (9/6/2021).

istimewa
Ilustrasi PPDB 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021/2022 jalur cerdas istimewa untuk SD di Kota Yogyakarta berlangsung sejak Rabu (9/6/2021).

amun, hingga ditutup pada Kamis (10/6/21), tidak ada satupun peserta yang memenuhi syarat pendaftaran.

Kepala Unit Layanan Disabilitas (ULD) Dinas Dikpora Kota Yogyakarta, Aris Widodo mengatakan, jalur cerdas istimewa dibuka untuk anak-anak yang memiliki kelebihan kecerdasan, atau Intelligence Quotient (IQ) tinggi.

Tapi, pihaknya punya standarisasi tersendiri, dalam proses seleksi.

Baca juga: Kapolri Instruksikan Seluruh Polda Berantas Aksi Premanisme yang Resahkan Masyarakat

Dijelaskannya, ada tiga asesmen pendaftaran jalur cerdas istimewa dari ULD, kemudian enam asesmen psikolog yang berasal dari luar kalangannya.

Untuk dinyatakan lolos dan berhak mendaftar skema khusus ini, setidaknya si anak tersebut harus punya IQ 130 skala wechsler.

"Hasil asesmen IQ, semua kurang dari 130 skala weschler. Hasil asesmen tertinggi dari calon peserta maksimal hanya 125 itu," ungkap Aris, Jumat (11/6/2021) siang.

Ia menandaskan, perbedaan IQ, meski sebatas turun satu digit, sudah mempengaruhi klasifikasi, maupun penanganan pembelajarannya nanti.

Menurutnya, IQ 125 sebenarnya telah masuk kategori superior. Tapi, untuk jalur cerdas istimewa ini, disyaratkan IQ 130, atau lebih.

"Jalur ini pernah diterapkan di SD Ungaran sejak kisaran 2014, sudah ada empat angkatan. Tiap angkatan sekitar 12 anak. Makanya, kami punya keyakinan, mencoba membuka jalur cerdas istimewa tahun ini," cetusnya.

"Konsep cerdas istimewa ini menggunakan pembelajaran sistem SKS. Namun, ternyata dari tahap asesmen belum ada yang memenuhi persyaratan," tambah Aris.

Baca juga: Disparpora Kabupaten Magelang Izinkan Destinasi Wisata Beroperasi dengan Prokes Sangat Ketat

Ia menilai, banyak faktor yang membuat anak-anak dengan IQ yang sejatinya masuk kategori superior, gagal mencapai syarat untuk mendaftar jalur cerdas istimewa. Salah satunya, terkendala oleh kondisi lingkungan.

"Mungkin karena di masa pandemi ini, kondisi lingkungan tidak bisa maksimal untuk mendukung anak-anak cerdas istimewa. Sehingga, hasil itu sebenarnya jauh di bawah kemampuan yang sebenarnya, ya," ucapnya.

"Kemudian, karena tidak ada satupun calon peserta yang memenuhi persyaratan, sisa kuota lima persen untuk jalur cerdas istimewa ini akan dimasukkan ke jalur zonasi, jadi kuotanya bertambah," pungkas Aris. (aka)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved