Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif : Katharina Stögmüller Bagi Pengalaman Hidup 'Istimewa' Sebagai Anak Blasteran

Pengalaman hidup istimewa sebagai anak blasteran diceritakan Katharina Stögmüller dalam buku 'Ich Komme aus Sewon' yang berarti 'Saya dari Sewon'.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Katharina Stögmüller, penulis buku berjudul 'Ich Komme aus Sewon'. 

TRIBUNJOGJA.COM - Tak dipungkiri, cara pandang rasial masih melekat dan mempengaruhi sikap sebagian masyarakat Indonesia terhadap bule, khususnya ras kaukasoid.

Strata bule kulit putih dipandang lebih tinggi ketimnbang bule non-kulit putih.

Hal itu ditambah, produk kebudayaan modern baik iklan maupun film, mengukuhkan standar kerupawanan bule kulit putih.

Akarnya, kolonialisasi barat mengatur hidup masyarakat jajahan sebagai pihak yang diberi "peradaban".

Struktur politik global, mempertahankan dan mewajarkan kolonialisasi lewat produk budaya visual.

Baca juga: Wawancara Eksklusif : Pendiri Cokelat Monggo, Thierry Detournay Kenalkan Cokelat yang Berkualitas

Pengalaman hidup istimewa sebagai anak blasteran diceritakan Katharina Stögmüller dalam buku berjudul 'Ich Komme aus Sewon' atau yang dalam bahasa Indonesia berarti 'Saya dari Sewon'.

Segala prasangka bahwa orang barat lebih segala-galanya, nyatanya membuat Mbak Bul, sapaan akrab Katharina kerap kali merasa tidak nyaman.

Namun pengalaman-pengalaman itu ia kemas dalam bahasa jenaka, sekaligus kontemplatif di saat bersamaan dalam bukunya.

Memang benar berkat anugerah “gen” dari sang ayah, Mbak Bul memiliki wajah yang agak kebule-bulean, hidung mancung, dan rambut yang berwarna agak pirang.

Di sisi lain, ia pun 'mewarisi' aksen medok dari sang ibu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved