Breaking News:

Headline

Puluhan Siswa SD dan SMP di Kulon Progo Putus Sekolah Lantaran Orang Tua Tak Sanggup Membiayai

Hal miris terjadi di Kulon Progo. Saat giat-giatnya membangun infrastruktur dan ekonomi daerah, masih saja ditemukan pelajar putus sekolah.

Puluhan Siswa SD dan SMP di Kulon Progo Putus Sekolah Lantaran Orang Tua Tak Sanggup Membiayai
foto : Yudha Kristiawan
ILUSTRASI Anak putus sekolah

TRIBUNJOGjA.COM, KULON PROGO - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulon Progo mencatat ada 27 siswa yang putus sekolah di 2020 lalu, terdiri dari 10 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 17 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Siswa SD itu berasal dari Kapanewon Sentolo (4 orang), Kalibawang (4 orang), Lendah (satu orang), dan Nanggulan (satu orang).

”Adapun 17 siswa SMP berasal dari Kapanewon Kalibawang (5 orang), Galur (4 orang), Panjatan (3 orang), Kokap (3 orang), Sentolo (satu orang), dan Temon (satu orang). Untuk (data) siswa yang putus sekolah di tahun 2021 ini, kami belum punya datanya,” kata Kepala Disdikpora Kabupaten Kulon Progo, Arif Prastowo, Rabu (9/6/2021).

Arif menyampaikan bagi anak yang putus sekolah karena sesuatu hal, pihaknya menyarankan untuk tetap bisa melanjutkan pendidikannya secara non formal, baik melalui paket A maupun paket B. Adapun Sekretaris Disdikpora Kulon Progo, Eko Teguh Santosa menyebut ada beberapa faktor penyebab siswa putus sekolah. Di antaranya sudah tidak ingin sekolah, faktor keluarga, hingga faktor kondisi ekonomi.

Adanya pandemi Covid-19 disebutnya juga menjadi penyebab adanya siswa putus sekolah, karena ekonomi masyarakat mengalami penurunan. Misalnya, banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga orang tua siswa tidak memiliki pekerjaan maupun penghasilan untuk membiayai hidup sang anak beserta pendidikannya.

"Karena tidak memiliki pekerjaan menjadikan, penghasilan orang tuanya tidak jelas untuk memenuhi biaya hidup anaknya," jelasnya.
Tiap tahun

Adanya siswa putus sekolah itu menjadi satu permasalahan yang terjadi di Kulon Progo setiap tahun. Mengutip data terbuka pada laman satudata.kulonprogokab.go.id, jumlah siswa putus sekolah pada tahun ajaran 2018/2019 ada 6 orang dari tingkat SD/Madrasah Ibtidaiyah (MI), yakni dari Wates, Sentolo, Galur, Samigaluh, Kokap, dan Panjatan.

Angka lebih besar terdapat pada tingkat SMP, di mana ada 21 siswa putus sekolah. Terbanyak berasal dari Samigaluh (7 orang), disusul Kalibawang (5 orang), Girimulyo (4 orang), Sentolo (3 orang), serta Lendah dan Panjatan (masing-masing satu orang). Angka putus sekolah juga ditemukan pada tahun ajaran 2017/2018, meski jumlahnya lebih sedikit.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Komisi IV DRPD Kulon Progo, Istana meminta Disdikpora segera melacak dan melakukan jemput bola para siswa yang putus sekolah. Sebab, program wajib belajar harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sesuai pasal 31 UUD 1945 bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan secara mutlak. (scp)

Selenglapnya baca Tribun Jogja edisi Kamis (10 Juni 2021), halaman 03.

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Agus Wahyu
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved