Pakar Kebijakan Publik UGM : Pembelajaran Tatap Muka Harus Terapkan 5 M

Pakar Kebijakan Publik UGM : Pembelajaran Tatap Muka Harus Terapkan 5 M

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ardhike Indah
Siswa segera pulang setelah mengikuti uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama di SD Negeri Serayu, Kota Yogyakarta, Jumat (28/5/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah merencanakan untuk mulai melakukan pembelajaran tatap muka terbatas pada Juli mendatang.

Pembelajaran tatap muka nantinya akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat karena masih dalam masa pandemi covid-19.

Menyikapi rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut, pakar kebijakan publik UGM Agustinus Subarsono, M.Si.'M.A.'Ph.D mengatakan peningkatan kasus covid-19 di beberapa daerah harus menjadi bahan pertimbangan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Pemerintah daerah harus melakukan persiapan yang benar-benar matang karena saat ini pandemi covid-19 masih berlangsung, bahkan di beberapa daerah angka penularannya mengalami kenaikan.

Jika nantinya sekolah mau membuka tatap muka maka harus mentaati 5 M.

“Pertanyaannya yang harus dijawab kan apakah sekolah mampu mengontrol perilaku 5 M yang harus dilakukan siswa. Kalau sekolah mampu saya kira bisa berjalan dengan baik," katanya seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari laman ugm.ac,.id, Kamis (10/6/2021).

Agustinus mengungkapkan dengan kenaikan kasus covid-19 di beberapa kabupaten di Indonesia, maka sebaiknya kebijakan sekolah tatap muka dikembalikan pada masing-masing daerah.

Menurutnya, tidak bisa memperlakukan daerah yang satu dengan yang lainnya secara sama, terutama bagi wilayah yang masuk zona merah.

Wilayah yang masuk zona merah diharapkan bisa menunda kegiatan pembelajaran tatap muka terlebih dahulu.

“Sementara daerah-daerah dengan zona hijau berpeluang bisa mengadakan sekolah tatap muka dan zona kuning bisa tatap muka dengan durasi waktu yang lebih sedikit," ujarnya.

Baca juga: Akomodir Nilai ASPD, PPDB SMP Jalur Bibit Unggul di Kota Yogya Diperpanjang Sampai 12 Juni

Baca juga: Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit di Depok Sudah Vaksinasi Covid-19 Lebih dari 31 Ribu Orang

Agustinus Subarsono berpandangan pembelajaran tatap muka harus diikuti dengan ketersediaan ruangan.

Sebab, pembelajaran tatap muka saat masa pandemi ini jumlah siswanya dibatasi.

Selain itu juga harus disiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan mulai dari tempat cuci tangan, hand sanitizer, sabun dan lain-lain.

“Ini harus ada rasio yang baik antara wastafel dan jumlah siswa, jangan sampai dalam satu sekolah hanya ada 4 wastafel, paling tidak setiap depan ruang kelas harus ada wastafel dan sabun, itu yang perlu diperhatikan," jelasnya.

Ia sangat setuju jika di awal penerapan pembelajaran tatap muka di bulan Juli 2021 nanti dilakukan dua kali seminggu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved