Meski Kondisi Pandemi Covid-19, Siswa Putus Sekolah Tahun Ajaran 2020/2021 di Kulon Progo Menurun

Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, siswa putus sekolah tahun ajaran 2020/2021 di Kulon Progo mengalami penurunan dibandingkan tahun ajaran sebelum

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
ilustrasi berita pendidikan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, siswa putus sekolah tahun ajaran 2020/2021 di Kulon Progo mengalami penurunan dibandingkan tahun ajaran sebelumnya. 

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Eko Teguh Santosa mengatakan total siswa yang putus sekolah pada tahun ajaran 2019/2020 di jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama sebanyak 31 siswa. 

Rinciannya untuk SD ada 15 siswa dari Kapanewon Galur (4 orang), Sentolo (3 orang), Lendah (2 orang), Kokap (2 orang), Nanggulan (2 orang) dan Kalibawang (2 orang). 

Baca juga: Besok Satpol PP Kota Yogyakarta Panggil Pengelola 3 Gerai McDonalds untuk Klarifikasi Kerumunan

Serta ada 16 siswa SMP dari Kapanewon Lendah (10 orang), Wates (2 orang), Sentolo (2 orang) dan Kalibawang (2 orang). 

Sementara total siswa yang putus sekolah pada tahun ajaran 2020/2021 sebanyak 27 siswa. 

Untuk SD ada 10 siswa dari Kapanewon Kalibawang (4 orang), Sentolo (4 orang), Lendah (1 orang) dan Nanggulan (1 orang). 

Serta SMP ada 17 siswa dari Kapanewon Kalibawang (5 orang), Galur (4 orang), Panjatan (3 orang), Kokap (3 orang), Sentolo (1 orang) dan Temon (1 orang). 

"Memang kalau dilihat jumlah siswa yang putus sekolah mengalami penurunan di tahun ajaran 2020/2021 dibandingkan 2019/2020," ucapnya, Kamis (10/6/2021). 

Eko menyebut penyebab siswa putus sekolah tidak jauh berbeda di antaranya sudah tidak ingin sekolah, faktor keluarga maupun ekonomi. 

Dari faktor keluarga bisa jadi karena anak tersebut tidak ada yang mengurus di rumah karena orangtuanya bercerai. 

Apalagi adanya pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020 lalu juga menjadi penyebab siswa putus sekolah

Karena ekonomi masyarakat mengalami penurunan misalnya banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga orangtua siswa tidak memiliki pekerjaan. 

Terpisah, Bupati Kulon Progo, Sutedjo turut prihatin dengan masih ditemukannya siswa yang putus sekolah di wilayahnya akibat beberapa faktor tersebut. 

Baca juga: Pemda DIY Ancam Tutup Gerai McDonalds di DI Yogyakarta Selama 1-2 Bulan Lamanya

"Jika itu betul terjadi ya kami prihatin. Untuk menyikapi solusinya harus kita cermati, teliti, cek dulu apa penyebabnya. Bisa jadi dari jumlah itu penyebabnya beda-beda tapi bisa saja ada yang sama. Setelah diketahui penyebabnya baru kita menentukan solusinya. Jadi kita pastikan dulu satu per satu," tuturnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved