Di Tengah Pandemi, Perajin Gerabah Magelang Dibanjiri Pesanan Pot Bunga
Perajin gerabah di Desa Karanganyar, Kabupaten Magelang mengaku selama pandemi permintaan tembikar khusus pot bunga mengalami kenaikan
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Perajin gerabah di Desa Karanganyar, Kabupaten Magelang mengaku selama pandemi permintaan tembikar khusus pot bunga mengalami kenaikan yang signifikan.
Salah satunya dialami, Paryati (54) perajin gerabah asal desa wisata itu. Ia mengatakan, permintaan gerabahnya naik hingga 70 persen.
Baca juga: Melaporkan WNA yang Menginap di DI Yogyakarta, Kini Cukup dengan Scan QR Code
"Iya ada kenaikan untuk permintaan pot bunga, biasanya dalam sehari hanya laku 40 pot bunga sekarang bisa hampir 200 pot dalam waktu yang sama," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Kamis (10/06/2021).
Kenaikan tersebut, menurutnya akibat banyaknya masyarakt yang mulai hobi menanam untuk menghilangkan jenuh saat berada di rumah.
Adapun, ukuran pot yang paling dicari yakni ukuran sedang hingga besar.
"Kan, sekarang banyak yang suka menanam bunga. Pastinya butuh pot, mungkin karena itu makanya banyak yang mau beli. Kebanyakan yang dicari ukuran sedang dan besar katanya paling cocok untuk tanaman hias," ujarnya.
Baca juga: ASITA DIY Akan Gelar Dua Acara Besar untuk Mengembangkan Industri Pariwisata di DI Yogyakarta
Sementara itu, untuk harga gerabah pot bunga dipatok mulai dari Rp35 ribu hingga Rp60 ribu per satuannya.
Harga tersebut, disesuaikan dengan ukuran dan bentuk.
"Harganya bervariasi tergantung ukuran dan bentuk. Semakin besar, tentu semakin mahal. Begitupun, dengab polanya semakin sulit polanya harganya lebih tinggi juga," pungkasnya. (ndg)