Breaking News:

Jawa

Diskominfo Kabupaten Magelang Masih Lakukan Penyelidikan Terkait Kebocoran Data Penduduknya

Diskominfo Kabupaten Magelang segera menutup laman resmi Pemkab Magelang setelah adanya kejadian itu.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Kepala Seksi Statistik Diskominfo Pemkab Magelang, Agustina Purwatih. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Media sosial Twitter tengah diramaikan terkait adanya kebocoran data pribadi penduduk yang ditampilkan di situs resmi (Pemkab) Pemerintah Kabupaten Magelang.

Di mana, dalam situs tersebut memuat data nomor KK dan NIK KTP yang dapat diakses secara bebas. 

Hal ini pertama kali disampaikan di akun Twitter @PolJokesID dan di akun @txtdrMagelang, dalam akun itu disertakan pula screenshot tentang Definisi Open Data Kabupaten Magelang.

Baca juga: Pemkab Magelang Salurkan Stimulus Ekonomi Bagi Pelaku Usaha yang Terdampak Covid-19

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Statistik Diskominfo, Pemkab Magelang, Agustina Purwatih mengatakan, atas adanya kelalaian tersebut pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan penelusuran terkait orang yang mengupload data pribadi penduduk tersebut.

"Kami masih lakukan penelusuran terkait hal itu. Saat ini, diduga file tersebut diupload dari desa yang ada di Kabupaten Magelang, bukan dari kami (Diskominfo). Untuk saat ini, kami belum mengetahui pasti dari desa mana unggahan tersebut di upload," terangnya kepada Tribunjogja.com,pada Senin (07/06/2021).

Ia melanjutkan, sebenarnya laman website opendata.magelangkab.go.id  tempat diunggah file data pribadi penduduk itu, merupakan tempat untuk membagi data yang bersifat publik.

Sehingga, kejadian tersebut merupakan kali pertama terjadi di laman resmi Pemkab Magelang.

Baca juga: Pemkab Magelang : Regulasi Pembangunan KSPN Borobudur Tak Boleh Tumpang Tindih

"Kejadian ini memang di luar kendali kami, Wallahu A'lam. Karena, fungsi awal open data itu untuk informasi yang bisa dibagikan kepada publik," ujarnya.

Sementara itu, pihaknya pun segera menutup laman resmi Pemkab Magelang setelah adanya kejadian itu.

Hingga kini, laman resmi milik Pemkab Magelang itu masih belum bisa diakses.

"Dari siang kemarin, sudah kami tutup aksesnya untuk menghindari hal buruk lainnya. Sampai sekarang ,  masih belum dibuka. Saat ini, kami masih fokus mencari siapa, untuk apa,  dan di mana file tersebut di upload," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved