Breaking News:

PKL Malioboro Semangat Peringati Hari Kelahiran Pancasila

Warga di kawasan Malioboro antusias untuk memperingati hari kelahiran Pancasila, Selasa (1/6/2021).

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Yuwantoro Winduajie
PEDAGANG Malioboro menggelar upacara untuk peringati Hari Lahir Pancasila, Selasa (02/06/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro menyempatkan diri untuk menggelar upacara, kemarin pagi. Mereka berbaris berjajar di depan lapak dagangannya masing-masing. Pemandangan itu dijumpai di sekitar Jalan Ahmad Yani, Gondomanan, Kota Yogyakarta. Para pedagang kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama dan dilanjutkan mengumandangkan lagu Garuda Pancasila ciptaan Sudharnoto.

Hal yang dilakukan para pedagang ini juga mengundang perhatian wisatawan yang kebetulan melintas di kawasan itu. Sebagian wisatawan juga ada yang mengabadikan momen tersebut dengan gawainya masing-masing.

Demi memeriahkan peringatan, terdapat pula iring-iringan kendaraan berupa masing-masing satu unit mobil pikap dan motor roda tiga yang melintasi Jalan Malioboro. Sejumlah pelaku usaha tampak menunggangi kendaraan tersebut sambil menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Suasana menjadi ramai karena mereka juga membawa pengeras suara yang diangkut di atas mobil pikap.

Ketua Koperasi Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro Tri Dharma, Rudiarto menyebut, bahwa gelaran ini dilakukan secara spontan. "Tadi dari malam koordinasi melalui HP dan Alhamdulillah terselenggarakan. Saya kira ini baik dalam rangka menumbuhkan patriotisme rasa nasionalisme di akar rumput Malioboro," jelasnya saat ditemui.

Melalui arak-arakan kendaraan dan upacara sederhana, dirinya bermaksud mendengungkan lagu Garuda Pancasila di sepanjang jalan Malioboro. Harapannya lagu perjuangan tersebut dapat dijiwai oleh segenap PKL dan pelaku usaha di Malioboro.

"Kita kumandangkan (lagu) Indonesia Raya tadi dan kita dengungkan lagu Garuda Pancasila dan spirit dari Pancasila ini supaya bisa dijiwai segenap kaki lima di Malioboro dari utara ke selatan," katanya.

Dirinya menyebut seluruh paguyuban PKL di kawasan ini terlibat dalam perhelatan tersebut. Adapun jumlah PKL di Malioboro kurang lebih terdapat 4.000an pedagang.

Apresiasi
Ditemui di tempat yang sama, Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Ekwanto, mengapresiasi langkah yang diambil oleh para PKL. Selain menjadi momen peringatan, hal ini juga menunjukkan keguyuban dan kekompakan para pelaku usaha di kawasan Malioboro.

"PKL yang tiap hari bergelut dengan ekonomi pada hari ini selain yang setiap hari jam 10 ada menyanyikan Indonedia Raya bergema dilanjutkan dengan Garuda Pamcasila dan long march dari titik utara Malioboro sampai selatan. Semua bersemangat," jelasnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved