Ajak Introspeksi, Pemkot Yogyakarta Minta Kasus Pecel Lele Viral di Malioboro Tak Diperpanjang
Paguyuban Lesehan Malam Malioboro (PPLM) mengancam menggugat wisatawan yang menuding pedagang melakukan aksi 'nuthuk', hingga videonya viral
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Paguyuban Lesehan Malam Malioboro (PPLM) mengancam menggugat wisatawan yang menuding pedagang melakukan aksi 'nuthuk', hingga videonya viral di berbagai media sosial.
Pasalnya, mereka meyakini tindakan itu dilakukan pedagang di Jalan Perwakilan.
Mengenai wacana itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi pun angkat suara.
Menurutnya, setelah berbicara dengan komunitas, tak ada yang akan mengajukan gugatan.
Baca juga: DI Yogyakarta Dapat Rapor Merah Penanganan Covid-19, Gugus Tugas Kulon Progo Keluarkan Surat Edaran
Artinya, jikalau nanti masalah itu berlanjut ke meja hijau, maka mutlak bukan tindakan dari paguyuban.
"Saya mencoba untuk komunikasi dengan Pak Sukidi (yang melontarkan wacana menggugat), tapi belum berhasil," ungkap Heroe, pada Jumat (28/5/2021) malam.
Orang nomor dua di kota pelajar itu berharap, agar konten yang akhirnya menjadi perhatian publik tersebut, tak perlu dipermasalahkan.
Sebab, kemungkinan, wisatawan yang mengunggahnya benar-benar tidak bisa membedakan kawasan Malioboro, dengan Jalan Perwakilan.
"Mereka tahunya, ya, di Malioboro. Meski akhirnya terkuak, semua pedagang di Malioboro tidak ada yang memberikan harga tidak wajar, tapi yang melakukan adalah pedagang yang lokasinya di Jalan Perwakilan," ucapnya.
Heroe pun mengajak semua pedagang di Malioboro, supaya kasus ini dijadikan sebagai ajang introspeksi, dan bersama-sama meningkatkan layanan pada wisatawan.
Baca juga: Akui Dapat Teguran Dari Sri Sultan Hamengku Buwono X Soal Kasus Covid-19, Ini Jawaban Pemkab Bantul
Terlebih, ia menyoroti, masih terdapat pedagang yang memasang semacam 'jebakan' di dalam daftar harganya.
"Contoh, menjual pecel lele, hanya diberi pecelnya saja, itu sudah menjebak. Kita akan ajak pedagang, untuk menjual itu dalam satu paket. Kalau pecel lele, ya komplit, sudah dengan nasi, lalapan dan sambelnya," tandas Wawali.
"Saya akan hubungi Pak Sukidi, agar mengurungkan niatnya menggugat dan segala macam. Jadikan sebagai introspeksi bagi kita semua. Memberi layanan yang jelas, memberi informasi yang pasti, agar tidak terjadi salah paham berkepanjangan," pungkasnya. (aka)