Breaking News:

Gelombang Tinggi di Pesisir Selatan Kulon Progo, Nelayan Memilih Tidak Melaut

Gelombang tinggi yang menerjang pesisir selatan Kabupaten Kulon Progo menyebabkan nelayan-nelayan di wilayah itu memilih enggan melaut.

TRIBUNJOGJA/ Sri Cahyani Putri
Gelombang di Pantai Glagah, Temon, Kabupaten Kulon Progo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Gelombang tinggi yang menerjang pesisir selatan Kabupaten Kulon Progo menyebabkan nelayan-nelayan di wilayah itu memilih enggan melaut. 

Koordinator SRI Wilayah V Glagah, Aris Widiatmoko mengatakan gelombang tinggi di pesisir selatan Kabupaten Kulon Progo pada hari ini terjadi sejak pagi. 

Sebab berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, tinggi gelombang di perairan selatan Yogyakarta berkisar antara 4-5 meter. 

Baca juga: Lima Perahu Nelayan di Baron Gunungkidul Rusak Ringan Akibat Gelombang Tinggi Laut

"Kemungkinan gelombang tinggi ini juga akibat adanya fenomena Super Blood Moon atau gerhana bulan total sehingga gelombang air laut mengalami kenaikan," kata Aris saat ditemui di Pos Induk Satlinmas Pantai Glagah, Rabu (26/5/2021). 

Sehingga dengan adanya gelombang tinggi itu, sebagian besar nelayan memilih tidak melaut. 

Bahkan, pada hari ini juga terdapat kejadian seorang anak yang terjatuh di area pemecah gelombang di Pantai Glagah. 

Beruntung nyawa anak tersebut berhasil diselamatkan hanya saja dia mengalami patah tulang pada kaki sebelah kiri. 

Dengan demikian, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan satlinmas mengerahkan seluruh personil sebanyak 43 orang di setiap titik mulai dari Pantai Trisik hingga Mangrove Pasir Mendit. 

Selain itu memasang garis pembatas. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved