Breaking News:

Pantau ASPD SD, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo: Berjalan Baik dan Sudah Sesuai Prokes

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo didampingi Dinas Pendidikan memantau pelaksanaan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) tingkat Sekolah Dasa

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Ahmad Syarifudin
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat meninjau pelaksanaan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) di SD Rejodani, Senin (24/5/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo didampingi Dinas Pendidikan memantau pelaksanaan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) tingkat Sekolah Dasar/sederajat di sejumlah sekolah di Bumi Sembada.

Hasil pantauan, diakuinya sudah berjalan lancar dan sesuai dengan protokol kesehatan. 

"Tadi saya melihat ASPD SD, Alhamdulillah bisa dilaksanakan dengan baik, dan sesuai protokol kesehatan," kata Kustini, seusai melakukan peninjauan di SD Negeri Rejodani, Ngaglik, Senin (24/5/2021). 

Baca juga: Upayakan Staf Kalurahan Naik Status, Pemkab Gunungkidul Usulkan Mekanisme Seleksi

Selain di Rejodani, Bupati juga meninjau di tiga Sekolah Dasar lain. Yaitu, SD Pandowoharjo, SD Ngablak dan SD Margorejo, Tempel. Di SD Pandowoharjo, ASPD diikuti oleh 29 siswa, sementara di SD Rejodani ada 31 siswa. 

"Semuanya sudah memakai prokes," sebut Kustini.

Ia berharap, ASPD yang sudah dilaksanakan protokol kesehatan itu, bisa dilanjutkan untuk memulai pembelajaran tatap muka yang rencananya akan dimulai pada tahun ajaran baru. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana menegaskan, Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah bukan menjadi penentu kelulusan. Namun, digunakan untuk mengetahui mutu pendidikan dan mengevaluasi pembelajaran jarak jauh, selama masa pandemi corona. 

"Di samping itu, ASPD ini juga menjadi salah satu penilaian untuk masuk ke jenjang lebih tinggi," katanya. 

Baca juga: Angka Kematian Meningkat, Dinas Kesehatan Kulon Progo Lakukan Kajian 

Di Kabupaten Sleman, ASPD tingkat SD ini diikuti oleh 16.962 siswa dari 544 sekolah. Terdiri dari sekolah dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan kelompok belajar paket A. 

Kepala SD Rejodani, Hatri Andari mengatakan, ada 31 siswa kelas VI di SD Rejodani yang mengikuti ASPD. Mereka dibagi dalam tiga ruang kelas.

Menurut dia, sebelum melaksanakan ASPD sebelumnya sudah dilakukan simulasi. Hal itu untuk memastikan, pelaksanannya sesuai dengan Protokol Kesehatan. 

"Kami sudah siapkan semuanya. Mulai dari sabun, tempat cuci tangan, hand sanitizer. Kemudian, sebelum ASPD dimulai sudah kita semprot disinfektan. Setelah ASPD, siangnya kita semprot lagi, seterusnya seperti itu," kata dia. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved