Dorong UKM 'Go Digital', Pemkot Yogya Bakal Maksimalkan Platform di JSS

Pemkot Yogyakarta berupaya menggenjot program digitalisasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM), yang ditargetkan dapat tuntas pada tahun depan.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
jss.jogjakota.go.id
Layanan JJS 

Sehingga, pelaku industri kecil di bidang fashion, kriya, dan lain sebagainya, bisa turut terwadahi dalam program digitalisasi.

"Memang kemarin sudah kita bahas itu, akan dikoneksikan UKM-UKM di Kota Yogyakarta yang ada di marketplace, seperti shopee dan lain-lain itu, ya," ungkapnya.

Ia berujar, selama ini, JSS baru sekadar mempromosikan produknya dan belum menyediakan fitur pembelian secara langsung.

Praktis, para pengakses aplikasi yang berminat pada hasil karya UKM, harus menghubungi melalui jalur pribadi. Menurutnya, hal tersebut kurang efektif.

"Kita sudah koordinasi dengan Diskominfo ya, bagaiamana menu 'Dodolan' makin optimal dan dijangkau lebih luas lagi. Jadi, buyer bisa beli lewat situ. Selama ini kan baru pajangan saja, kalau beli harus dirrect ke UKM," terangnya.

"Targetnya, nanti tahun 2022 lah. Sekarang kita optimalkan dulu. Kemudian, kita siapkan paket-paket pelatihan, karena belum semua siap 'Go Digital'," lanjut Tri Karyadi.

Terlebih, ia tidak menampik, masih banyak pelaku UKM di Kota Yogyakarta yang belum melek teknologi, karena telah berusia lanjut, dan sebagainya.

Tetapi, menurutnya, proses digitalisasi ini keniscayaan dan harus bisa diterapkan oleh semua, agar eksistensinya tak tergerus zaman.

"UKM mau tidak mau, harus siap. Pelaku dari kalangan milenial pasti sudah manfaatkan digitalisasi ini. Tapi, yang perlu kami dorong ialah UKM dari kelompok usia yang lebih tua, karena penguasaan teknologinya itu, mungkin belum sebaik yang muda-muda," ucap Tri Karyadi. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved