7.500 Dosis Vaksin AstraZeneca Disiapkan untuk Vaksinasi Massal di DI Yogyakarta
7.500 Dosis Vaksin AstraZeneca Disiapkan untuk Vaksinasi Massal di DI Yogyakarta
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY akan kembali menggelar vaksinasi covid-19 secara masal.
Berbeda dengan vaksinasi Covid-19 yang digelar sebelumnya, vaksinasi kali ini tidak menggunakan vaksin merk Sinovac, melainkan AstraZeneca.
Karenanya, rentang pemberian vaksin dosis pertama dan kedua adalah selama tiga bulan, sesuai dengan karakter vaksinnya.
"Stok Sinovac tinggal beberapa ribu, dihabiskan untuk dosis kedua. Kita pakai AstraZeneca," tandas Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji kepada Tribun Jogja, Minggu (23/5/2021).
Aji menyebut bahwa Pemda DIY telah menerima kirimanan vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat sebanyak 7.500 dosis. Seluruhnya adalah merk AstraZeneca.
Rencananya, penyuntikan vaksin bakal dilakukan di Jogja Expo Center (JEC) dengan menggandeng pihak swasta dalam waktu dekat ini.
Menurut Aji, dulunya vaksin pabrikan Inggris tersebut hanya disuntikkan bagi kalangan TNI dan Polri.
Baca juga: Sentra Vaksinasi COVID-19 Traveloka Gelar Vaksinasi Dosis Kedua Mulai 24 Mei 2021
Baca juga: 5 Perguruan Tinggi di Yogya Gelar Vaksinasi Massal Tahap II, Diikuti 1200 Peserta
Kini vaksin AstraZeneca juga diperuntukkan bagi masyarakat umum seperti lansia, pelayan publik, dan pelaku wisata.
"Dulu AstraZeneca belum ada untuk masyarakat, baru untuk TNI Polri," jelasnya.
Aji memmastikan bahwa vaksin AstraZeneca aman untuk digunakan. Pasalnya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah menguji keamanan dan kelayakannya.
Selain itu, hingga saat ini Aji juga belum menerima adanya laporan kejadian ikutan pasca imuniasi (KIPI) yang tergolong berat dari kalangan TNI dan Polri.
"KIPI yang ada hanya bersifat ringan," paparnya.
Aji kemudian memastikan bahwa proses pengiriman vaksin AstraZeneca ke DIY tak terganggu setelah pemerintah menunda sementara penyaluran vaksin AstraZeneca kumpulan produksi atau batch CTMAV547.
Sebab, DIY tak menggunakan vaksin dalam batch tersebut.
"AstraZeneca yang kita miliki bukan AstraZeneca yang di-pending oleh kementerian," paparnya. (Tribunjogja/Yuwantoro Winduajie/*)