Kabupaten Gunungkidul
Musim Ubur-ubur, Tim SAR Gunungkidul Imbau Wisatawan Waspada
Sejak 16 Mei hingga Rabu (19/05/2021), SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul mencatat sebanyak 17 wisatawan tersengat ubur-ubur.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kawasan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul beberapa hari terakhir mulai kedatangan ubur-ubur.
Tim SAR setempat pun melakukan antisipasi terhadap serangan hewan laut tersebut.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto menjelaskan kemunculan ubur-ubur saat ini terbilang lumrah.
"Biasanya ubur-ubur muncul pada awal bulan Juni hingga September nanti," kata Suris pada wartawan, Kamis (20/05/2021).
Menurutnya kondisi itu terjadi lantaran suhu dalam laut turun menjadi dingin akibat perubahan musim di selatan.
Baca juga: Dispar Gunungkidul Catat Kunjungan Wisata Non Pantai Minim Saat Lebaran
Ubur-ubur pun lantas bergerak ke permukaan air laut yang lebih hangat.
Hewan transparan ini pun berpotensi terbawa ke tepi pantai dan bisa menarik perhatian manusia.
Pasalnya, Suris mengatakan tubuh hewan ini bentuknya transparan dengan rumbai berwarna biru cerah.
"Namun jika tersentuh akan menimbulkan rasa gatal dan panas di kulit, paling parah sampai sesak napas," jelasnya.
Sejak 16 Mei hingga Rabu (19/05/2021), SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul mencatat sebanyak 17 wisatawan tersengat ubur-ubur.
Paling banyak terjadi kemarin di Pantai Indrayanti dengan 7 korban.
Adapun para wisatawan yang tersengat ubur-ubur ini langsung dilarikan ke Pos SAR terdekat untuk mendapat pertolongan.
Suris mengatakan penanganan dilakukan dengan dibasuh alkohol.
Baca juga: Warga Yogya Nyaris Terseret Ombak di Pantai Siung Gunungkidul
"Pengobatan juga bisa dilakukan dengan air cuka," katanya.
Suris pun mengimbau para wisatawan untuk lebih waspada dan berhati-hati saat bermain air.