Inilah Cara Kerja Perisai Udara Israel, Sistem Penangkis Serangan Roket
Dalam hal pertahanan serangan rudal ini, Israel mengandalkan sistem pertahanan serangan udara yang disebut Iron Dome alias Kubah Besi.
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, TEL AVIV - Ketegangan antara Israel dan Palestina kian meningkat beberapa waktu belakangan ini.
Pada Selasa (11/5/2021), Palestina diketahui menembakkan serangkaian roket terhadap Israel. Ini merupakan balasan Palestina karena Israel tidak juga menyurutkan serangannya terhadap Palestina.
Di saat bersamaan, militer Israel juga terus melancarkan serangan udara ke Gaza hingga Selasa (11/5/2021) dini hari kemarin.
Saling balas serangan roket menjadi hal yang paling sering terjadi di wilayah ini.
Baca juga: Serangan Udara Israel ke Wilayah Gaza Tewaskan 20 Warga Palestina
Namun Israel sendiri sepertinya cukup percaya diri dengan sistem pertahanan udara mereka.
Dalam hal pertahanan serangan rudal ini, Israel mengandalkan sistem pertahanan serangan udara yang disebut Iron Dome alias Kubah Besi.
Alat ini bukan berbentuk selayaknya wujud kubah, bahkan tidak terlihat wujud kubah pada umumnya. Istilah ini dipakai untuk menggambarkan sistem pertahanan udara yang benar-benar melindungi seluruh wilayah Israel seperti halnya kubah.
Baca juga: Lagi, Warga Palestina dan Polisi Israel Terlibat Bentrok, Milisi Jalur Gaza Tembakan Roket
Sebagaimana dilansir NBCNews, sistem pertahanan rudal tersebut berfungsi sebagai penangkal rudal yang diluncurkan ke arah Israel.
Akun Twitter resmi militer Israel mengklaim bahwa sejauh ini alat tersebut telah berhasil melumpuhkan roket–roket yang diluncurkan ke wilayah mereka.
Adapun, Iron Dome sendiri merupakan kependekan dari Dual Mission Counter Rocket, Artillery and Mortar and Very Short Range Air Defense System.
Baca juga: Bentrok Polisi Israel dengan Warga Palestina di Komplek Masjid Al Aqsa, Ratusan Orang Terluka
Alat tersebut dikembangkan Rafael Advanced Defense System terhitung sejak tahun 2007 silam sejak ekskalasi konflik meningkat.
Menggunakan rudal bertenaga baterai, alat ini digadang–gadang sanggup melumpuhkan serangan roket udara.
Hal itu lantaran alat ini memiliki sensor sensitif yang mampu mengenali dan melumpuhkan ancaman roket jarak dekat dan jarak menengah.
Setidaknya terdapat tiga bagian inti sistem pertahanan rudal yang dipasang secara portable.
Pertama, sistem radar yang terus mengawasi kawasan udara dengan jangkauan hingga radius 40 mil persegi. Segala benda tak dikenal yang melewati kawasan tersebut akan ditangkap oleh peralatan yang dipasang di sebuah truk pengendali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/iron-dome_1312_2_20171213_080200.jpg)