Breaking News:

Khawatir Muncul Klaster Idulfitri, Pemkab Bantul Perketat Posko Penyekatan dan Jalur Tikus

Pemerintah Kabupaten Bantul bakal memperketat pengawasan di posko penyekatan. Ada tiga posko penyekatan yaitu, Klangon (Sedayu), Srandakan, dan

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Christi Mahatma Wardhani
Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul bakal memperketat pengawasan di posko penyekatan. Ada tiga posko penyekatan yaitu, Klangon (Sedayu), Srandakan, dan Piyungan. 

Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo mengatakan pengetatan posko penyekatan perlu dilakukan karena masih ada kemungkinan pemudik yang nekat mudik. Penyekatan akan dilakukan selama 24 jam dengan sistem shift. Sehingga dapat meminimalkan pemudik lolos dari penyekatan. 

Baca juga: Askab PSSI Bantul Segera Buka Pendaftaran Calon Ketum Baru

Selain tiga posko penyekatan tersebut, pihaknya meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul untuk memperketat pengawasan di jalur-jalur tikus.

Sebab sudah ada 61 pemudik yang berhasil lolos karena lewat jalur tikus.

"Kami akan lakukan pengetatan, termasuk di jalur tikus. Karena kemarin ada 61 warga Bantul yang nekat mudik. Nanti akan diperketat oleh Dishub," katanya, Selasa (11/05/2021).

Ia mengimbau agar warga Bantul yang ada di perantauan untuk tidak mudik ke Bantul.

Menurut dia penularan COVID-19 di Kabupaten Bantul masih terjadi, sehingga dengan adanya pemudik dapat berpotensi menimbulkan penularan. 

Selain pemudik, ia juga meminta agar masyarakat Bantul tetap taat protokol kesehatan. Dengan demikian baik warga Bantul maupun warga yang diperantauan sama-sama menjaga agar tidak terjadi penularan COVID-19.

"Jangan sampai ada klaster baru yang muncul hanya karena merayakan Idulfitri. Baik warga Bantul yang ada di Bantul maupun warga Bantul yang ada diperantauan bisa sama-sama menjaga,"ujarnya. 

Baca juga: Libur Lebaran, Tempat Wisata di Sleman Diizinkan Buka Asalkan Memenuhi Syarat Ini

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Aris Suhariyanta menambahkan jalur tikus di wilayah Bantul tetap menjadi perhatiannya.

Sebab ada kemungkinan pemudik menerobos jalur tikus. Pihaknya pun akan menyiapkan petugas untuk melakukan patroli di jalur tikus. 

Aris menyebut pihaknya tetap mengacu pada aturan larangan mudik. Artinya pihaknya akan meminta kendaraan luar DIY untuk putar balik jika tidak memiliki surat-surat yang lengkap. 

"Ada yang kami minta untuk putar balik, karena tidak memiliki surat bebas COVID-19. Kami mengikuti aturan dari pemerintah saja. Hari ini ada sekitar dua kendaraan yang kami minta putar balik," tambahnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved