Penyekatan Mudik 2021

6 Hari Larangan Mudik, 993 Kendaraan Diputar Balik di Jalur Magelang - Yogyakarta 

Sejak tanggal 6 - 10 Mei, petugas telah memeriksa 3.475 kendaraaan. Dari jumlah itu, 2.553 kendaraan diizinkan melintas, dan 922 dipaksa putar balik.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Petugas gabungan melakukan penyekatan di jalur perbatasan Magelang - Yogyakarta, tepatnya di Tempel, Kabupaten Sleman, Selasa (11/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Enam hari larangan mudik lebaran, petugas gabungan yang melakukan penyekatan di jalur perbatasan Magelang - Yogyakarta, tepatnya di Tempel, Kabupaten Sleman, telah memutar balikan ratusan kendaraan, Selasa (11/5/2021). 

Data yang diterima Tribunjogja.com, penyekatan yang dilakukan mulai tanggal 6 - 10 Mei, petugas telah memeriksa 3.475 kendaraaan.

Dari jumlah tersebut, 2.553 kendaraan diizinkan melintas, dan 922 dipaksa putar balik.

Kemudian, dihari ke-6, data sementara hingga pukul 12.00 WIB, ada 253 kendaraan yang diperiksa dan 71 Kendaraan diputar balik.

Baca juga: Jelang Lebaran 2021, Ratusan Ribu Kendaraan Memasuki DI Yogyakarta

Sehingga, total keseluruhan sejauh ini, sudah ada 3.728 kendaraan yang diperiksa, 993 Kendaraaan diputar balik, dan 2.735 kendaraaan diizinkan melintas. 

"Pelaku perjalanan boleh melewati perbatasan, ketika ada surat tugas dinas atau kerja. Kemudian ada dokumen kesehatan. Dua itu yang pokok," kata Kapos PAM Tempel, Iptu Sanika, ditemui di lokasi. 

Sejauh ini, menurut Sanika, petugas gabungan yang melakukan penyekatan di pos Tempel tidak menemui kendala berarti.

Segala sarana dan prasarana sudah tersedia.

Meski demikian, Ia tidak menampik, enam hari melakukan penyekatan, ada petugas yang merasa kelelahan. 

Namun berdasarkan pengamatan dirinya, mendekati lebaran, kendaraan luar daerah yang melintas di perbatasan Yogyakarta - Magelang diakuinya semakin berkurang. 

Baca juga: Meski Mudik Lokal Tak Dilarang, Pemkot Yogyakarta Minta Warganya Batasi Mobilitas

"Semakin kesini, plat luar daerah justru berkurang. Kebanyakan cuma AA, AD. Jadi, mendekati lebaran mulai berkurang," kata dia. 

Kendaraan plat luar daerah yang melintas perbatasan, semakin berkurang.

Hal itu, menurut Sanika karena dimungkinkan sudah ada penyekatan dari luar daerah, sehingga kendaran yang masuk Sleman semakin berkurang. 

Selain itu, bisa juga karena kesadaran masyarakat tentang larangan mudik sudah tumbuh, sehingga tidak melakukan perjalanan.

Sejauh ini, kata Sanika, dalam proses penyekatan, ada warga yang ngeyel. Terutama warga yang dekat perbatasan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved