Kepengurusan KADIN DIY 2021-2025 Makin Berwarna, Kuatkan Adaptasi di Masa Pandemi

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY dengan kepengurusan barunya berupaya beradaptasi terhadap kondisi pandemi yang masih berlangsung hingga kini.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Amalia Nurul Fathonaty
Ketua Umum KADIN DIY GKR Mangkubumi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY dengan kepengurusan barunya berupaya beradaptasi terhadap kondisi pandemi yang masih berlangsung hingga kini.

Upaya adaptasi ini dilakukan oleh kepengurusan KADIN DIY periode 2021-2025 dengan membuat kepengurusan yang lebih berwarna. Hal tersebut dilakukan dengan menambah beberapa wakil ketua bidang baru.

"Kalau untuk KADIN kepengurusan ini 2021-2025 tentunya kami harus paham apa yang menjadi tantangan selama masa pandemi. Makanya kepengurusan utamanya di wakil ketua ini lebih berwarna," papar  Ketua Umum KADIN DIY GKR Mangkubumi, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Mudik Lokal Dilarang, Sekda Gunungkidul: Seharusnya Memang Lebih Dibatasi

Pihaknya pun berharap para wakil ketua baru ini bisa menggandeng, mendampingi apa yang menjadi kebutuhan di wilayah DIY.

Juga, GKR Mangkubumi meminta para wakil ketua untuk sensitif dan peka terhadap permasalahan dampak dari pembangunan yang masif di Yogyakarta.

Permasalahan-permasalahan yang ada di DIY, menurut dia, tak bisa diselesaikan jika hanya pemerintah saja yang bergerak. Untuk itu KADIN DIY membetuk wakil ketua yang lebih spesifik.

Para wakil ketua tersebut secara spesifik antara lain adalah bidang vokasi, mineral (pertambangan), wakil ketua lingkungan, wakil ketua pemberdayaan perempuan yang diisi oleh ketua Ikatan Wanita Pengusaha (IWAPI) DIY.

"Pewarnaan ini itu yang menjawab tantangan selama pandemi ini. Karena dengan vokasi, ada pelatihan, magang, dan sebagainya untuk pekerjaan," kata GKR Mangkubumi. Hal itu dihadirkan sebab melihat angka pengangguran yang cukup tinggi di Yogyakarta.

Berikutnya yakni bagian mineral, ia mengatakan perlu dibentuk wakil ketua bidang mineral karena saat ini banyak penambangan-penambangan ilegal. Pihaknya ingin membantu pemerintah untuk menata pertambangan yang ada di DIY. "Bukan menutup, bukan menggusur, tetapi menata," katanya.

Kemudian disusul dengan hadirnya wakil ketua lingkungan. Dengan adanya wakil ketua bidang lingkungan ini KADIN DIY lebih menekankan kepada segala usaha dan pembangunan yang harus sesuai dengan AMDAL.

"Apapun usahanya, apapun pembangunannya harus sesuai dengan AMDAL. Jadi kami ingin meminimalkan perusakan lingkungan," ungkapnya.

Seiring dengan pembangunan yang masif KADIN DIY ingin menjadi counter partner agar pembangunan yang berjalan di DIY ini sesuai dengan prosedur. Selain itu, juga jangan sampai menimbulkan permasalahan dengan masyarakat.

"Kita belajar dari sebelumnya. Mari menjadi sparing partner dari pemerintah untuk saling menjaga," tuturnya.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran, Organda DIY Harapkan Ada Kontrol dan Solusi dari Pemerintah

Transformasi Digital

Selain memberi warna dalam kepengurusan baru, KADIN DIY juga fokus terhadap transformasi digital, utamanya di era pandemi seperti saat ini.

Transformasi digital ini diakui GKR Mangkubumi menjadi hal yang tidak bisa dilepaskan. Sebab, hampir di semua sektor memanfaatkan teknologi digital yang ada.

Untuk itu pihaknya menggandeng UKM-UKM untuk turut bertransformasi di dunia digital sebagai upaya meningkatkan ekonomi.

"Transformasi digital, kita tidak bisa lari dari itu ya. Karena menjual pisang goreng pun digital. Bagaimana dari rumah kita tetap menghasilkan," kata dia.

"Kami menggandeng UKM-UKM untuk membantu peningkatan ekonomi. Semua bisa dikerjakan dari rumah, tapi tetap membangun, dan bisa mengajak yang lain. Karena sekarang semua melalui digital," ujarnya. (amg)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved