Sukses Buka 38 Cabang, Ini 3 Kunci Berbisnis Ala Klinik Gigi Dentes

Dengan 38 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, Klinik Gigi Dentes menawarkan dua jenis perawatan, yaitu pengobatan dan estetika.

|
Penulis: Anniza Kemala | Editor: Content Writer
Istimewa
KLINIK GIGI DENTES - Direktur PT Dentes Paramitra Jaya Ian Pasani dan founder Klinik Gigi Dentes, drg. Handoko Setiawan Susilo, Sp. Ort. Dengan 38 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, Klinik Gigi Dentes menawarkan dua jenis perawatan, yaitu pengobatan dan estetika. (Istimewa) 

TRIBUNJOGJA.COM - Masa pandemi COVID-19 serta peralihan ke era pasca pandemi menghadirkan tantangan bagi pelaku bisnis di berbagai industri. Klinik Gigi Dentes, yang bernaung di bawah PT Dentes Paramitra Jaya, menjadi contoh yang sukses menerjang tantangan di masa sulit dan terus berkembang di era baru.

Dalam wawancara eksklusif bersama Tribunnews, beberapa waktu lalu, Ian Pasani, Direktur PT Dentes Paramitra Jaya dan Wakil Direktur Klinik Gigi Dentes membagikan cerita bagaimana Klinik Gigi Dentes dapat terus bertumbuh hingga memiliki 38 cabang yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia. 

Menurut Ian, pandemi COVID-19 yang merebak pada tahun 2020 lalu menjadi titik balik yang signifikan bagi Klinik Gigi Dentes. 

“Saat itu Klinik Gigi Dentes yang sudah memiliki sekitar 19 cabang mengalami penurunan omzet besar-besaran akibat pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk juga larangan berkunjung ke dokter gigi jika tidak dalam keadaan darurat,” ujarnya. 

Ian mengungkapkan bahwa para dokter gigi merasa takut untuk praktik karena ancamannya menyangkut nyawa. Pihaknya pun harus mendatangi satu per satu dokter tersebut untuk meyakinkan mereka. Akhirnya, para dokter setuju untuk kembali praktik asalkan dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan.

Kala itu, klinik juga menghadapi kendala dalam hal stok peralatan, mulai dari masker, pakaian hazmat, hingga alat tes. 

“Dengan kerja sama tim dan segala kreativitas yang ada, akhirnya Klinik Gigi Dentes berhasil bangkit. Di penutupan tahun 2020, kami mencapai hasil yang memuaskan di kala klinik lain mengalami penurunan selama pandemi,” ujarnya.

Menurut Ian, salah satu kuncinya adalah dengan tidak menaikkan harga selama pandemi..

“Kami tidak mau memberatkan masyarakat. Jadi kami berpikir bagaimana agar pengeluaran operasional tidak tinggi,” kata Ian.

“Saat itu banyak puskesmas dan klinik lain yang tutup. Kami tetap buka dan berusaha menjaga agar klinik kami tetap aman, baik dokter dan pasiennya. Antara dokter, manajemen, dan juga pasien saling bekerja sama. Itu bagaimana kita bisa bangkit,” ungkapnya.

Baca juga: CIMB Niaga Berkomitmen Wujudkan Ekonomi Hijau dengan Prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola

Perbanyak Cabang Agar Makin Dekat dengan Pasien

Ian mengungkapkan, tantangan yang dihadapi tidak terhenti meski era pandemi telah usai. Pasca pandemi, banyak yang melihat klinik sebagai peluang usaha yang menjanjikan. 

“Akhirnya kita memutuskan untuk mengubah strategi supaya layanan klinik jadi lebih mampu dijangkau oleh masyarakat, yaitu dengan 38 cabang di seluruh Indonesia dan 3 cabang tambahan di Malaysia,” kata Ian.

Menurutnya, strategi membuka banyak cabang ini menjadi upaya untuk menjangkau lebih banyak pasien. Terbukti, makin banyak klinik, jumlah perawatan pasien pun makin meningkat. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved