Kabupaten Sleman

Renovasi, Shelter Asrama Haji Diistirahatkan Satu Bulan

Asrama Haji sementara diistirahatkan karena akan disterilkan, dan dilakukan pemeliharaan gedung, sebelum nantinya diserahkan kepada pihak pengelola.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
dok.istimewa
Penghuni Shelter Asrama Haji Yogyakarta melakukan kegiatan senam pagi, Minggu (12/4/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman mengistirahatkan satu bulan Asrama Haji sebagai Fasilitas Kesehatan Darurat COVID-19 (FKDC) atau selter isolasi bagi pasien yang tanpa menunjukkan gejala (asimptomatik).

Sebab, gedung asrama yang berada di Sinduadi, Mlati itu saat ini sedang direnovasi. 

"Asrama haji, kita istirahat satu bulan, karena untuk renovasi. Jadi, sementara ini (jika ada) pasien positif, kita arahkan ke Gemawang," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, kemarin. 

Pemkab Sleman sebelumnya mengoperasikan dua Fasilitas Kesehatan Darurat COVID-19 (FKDC) untuk menampung pasien positif tanpa gejala, yaitu di Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang.

Baca juga: Dinkes Sleman: Total tersisa Puluhan Bed untuk Pasien Covid-19 di Shelter Asrama Haji dan Gemawang

Saat ini, Asrama Haji sementara diistirahatkan atau disterilisasi.

Gedung selter tinggal Rusunawa Gemawang. 

Joko mengungkapkan, renovasi yang dilakukan antara lain, pembersihan ruangan dan penyejuk udara (AC).

Lalu, pemeliharaan lift.

Sarana tersebut perlu mendapatkan pemeliharaan.

Mengingat, selama digunakan sebagai selter isolasi, hampir setiap hari digunakan terus menerus.

Terlebih, saat kasus penularan tinggi, ketika ruangan selesai untuk Isolasi, langsung dipakai pasien selanjutnya. 

"Jadi (sekarang) pemeliharaan rutin," kata Joko. 

Menurut Joko, setelah selesai direnovasi, nantinya pengaktifan kembali gedung Asrama Haji sebagai selter Isolasi akan melihat data perkembangan kasus COVID-19 di Bumi Sembada.

Baca juga: Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang di Sleman Bisa Digunakan Lagi

Apabila setelah lebaran, tidak ada peningkatan kasus, maka dimungkinkan tidak akan kembali dipakai. 

"Tapi kalau setelah lebaran, ada peningkatan (kasus COVID-19), maka kita pakai kembali," ujar dia. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved