ADVERTORIAL

PPPM Sekolah Tinggi Multimedia MMTC Berbagi Ilmu Bersosial Media pada Guru-guru di Gunungkidul

PPPM MMTC melakukan berbagai kegiatan seperti penelitian dan riset, serta pengabdian kepada masyarakat setiap semester.

Tayang:
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Kunjungan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat MMTC ke Redaksi Tribun Jogja, Kamis (6/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) Sekolah Tinggi Multimedia MMTC berkunjung ke kantor redaksi Tribun Jogja, Kamis (6/5/2021).

Hadir sebagai perwakilan PPPM MMTC yakni Kepala PPPM MMTC Tri Anggraeni dan Sekretaris PPPM MMTC Dhety Chusumastuti.

Tri Anggraeni menyampaikan, PPPM MMTC melakukan berbagai kegiatan seperti penelitian dan riset, serta pengabdian kepada masyarakat setiap semester.

"Kami juga menggelar kegiatan diskusi terbuka bersama guru-guru di Gunungkidul," ungkapnya.

Baca juga: Faris Fadhli, Wisudawan Tunadaksa STMM MMTC Yogyakarta yang Berprestasi Lewat Angkat Berat

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, ditambahkan oleh Dhety Chusumastuti diskusi tersebut membahas literasi digital.

Diskusi tersebut membuka kesempatan untuk berbagi pengalaman antara guru dan PPPM MMTC.

Hal tersebut terkait pembelajaran daring yang dilakukan oleh guru dan siswa.

Serta bagaimana membatasi akses konten digital bagi anak didik dalam menggunakan gawai sebagai sarana belajar daring.

"Kami sharing saja, bagaimana cara membatasi konten negatif ini bagaimana caranya bersama para guru," jelas Dhety.

Ia melanjutkan banyak hal yang menjadi perhatian para guru dalam menjalankan pembelajaran daring.

"Para guru menanyakan bagaimana caranya supaya tidak mengakses hal-hal negatif," kata dia.

Baca juga: STMM MMTC Yogyakarta Bertekad Mencetak Tenaga Ahli di Bidang Penyiaran dan Multimedia

"Kami memberikan tips bagaimana di dalam gawai atau aplikasi sudah tersedia parental control. Tetapi mereka (guru) belum memahami cara menggunakannya, setting-nya di sebelah mana, seperti itu," terangnya.

Respon para guru yang mengikuti kegiatan itu kata Dhety cukup positif.

Para guru senang bisa mengetahui cara membatasi akses konten digital bagi anak didik mereka.

"Mereka senang ya, karena mungkin belum pernah tahu, misal YouTube itu ternyata ada bisa di-setting untuk membatasi akses video negatif," tuturnya.

"Jika setting itu diaktifkan maka konten negatif tidak bisa muncul," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga berbagi situs web khusus untuk kursus online gratis.

Juga tentang learning management system (LMS) yang bisa diakses secara gratis pula.

"Misal mereka (guru) belum bisa membuat LMS sendiri, bisa mengaksesnya secara gratis melalui internet," katanya.

Baca juga: Mahasiswa STMM MMTC Yogyakarta Ikuti Konferensi Future News Worldwide di London

Dhety juga menambahkan, pihaknya juga memberi tips pembatasan akses game online bagi anak-anak.

Kata Dhety, hal itu kurang lebih sama dengan pembatasan akses konten media sosial.

Sementara itu, Pemred Tribun Jogja, Ribut Raharjo beserta jajaran redaksi Tribun Jogja, merespon dan menyambut baik kedatangan dan paparan PPPM MMTC.

"Hal itu cukup membuka mata kami, termasuk tentang para guru tadi. Semoga ke depan bisa lebih banyak menggali apa sebenarnya keinginan masyarakat terhadap konten," tuturnya.

Tak lupa ia juga mengucapkan rasa terima kasih kepada PPPM MMTC atas kesediaannya berkunjung ke Tribun Jogja.

Ia juga berharap agar ke depannya dapat terjalin kerja sama yang baik antara Tribun Jogja dan PPPM MMTC, khususnya di bidang pubilkasi hasil penelitian dan kegiatan pengabdian masyarakat.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved