Paket Makanan Misterius Berujung Maut
FAKTA-FAKTA Sosok R dan T yang Disebut dalam Kasus Sate Maut NA, Diburu Polisi dan Netizen
Kasus pengungkapan misteri sate sianida NA (25) masih berlanjut. Setelah menangkap NA, kini polisi masih memburu R. Menurut NA, R adalah temannya yang
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Kasus pengungkapan misteri sate sianida NA (25) masih berlanjut. Setelah menangkap NA, kini polisi masih memburu R.
Menurut NA, R adalah temannya yang juga pelanggan salon. Dia memberikan inspirasi bagi NA untuk menaburkan sianida ke bumbu sate.
Sate itu kemudian dikirimkan ke T dengan dalih memberikan pelajaran.
Sayangnya, sate sianida justru tidak diterima oleh T dan dibawa pulang Bandiman.
Bandiman bawa pulang sate itu lantaran T merasa tidak kenal dengan pengirim dan mempersilahkan Bandiman untuk membawa pulang untuk buka puasa.
Lantas, sampai mana pengungkapan kasus ini? Apa saja fakta-fakta R dan T yang sudah didapatkan polisi? Berikut rangkumannya.
1. R menaruh hati pada NA
Sosok berinisial R tersebut adalah pelanggan salon tempat NA bekerja. Selama ini tersangka NA dan R berteman baik.
Tersangka pun sering bercerita tentang berbagai masalah pada R, termasuk rasa sakit hatinya pada T.
Diketahui, T juga merupakan pelanggan salon tersebut.
Pria berinisial R tersebut sebenarnya menaruh hati pada NA, namun cintanya bertepuk sebelah tangan.
Karena NA mencintai pria lain, yaitu T.
Sosok R tersebut kemudian memberikan saran agar NA mengirimkan makanan yang sudah dibubuhi racun pada T melalui ojek online.
Niatannya adalah memberikan T pelajaran agar tidak main-main dengan perasaan perempuan.
2. Polisi buru R
Polisi masih memburu R. Menurut NA, R adalah sosok yang menyarankan kepada tersangka untuk mengirimkan paket makanan beracun kepada Tomy.
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi mengatakan tersangka NA mendapat ide memberikan racun sianida dari temannya berinisial R.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan apakah sosok R benar-benar ada, atau hanya sosok fiktif yang diucapkan NA saat diperiksa oleh penyidik.
"Perlu kami sampaikan berdasarkan hasil riksa kepada N memang ada campur tangan R. Namun siapa itu R penyidik masih mendalami," katanya, dalam jumpa pers di Polda DIY, Selasa (4/5/2021).
Pendalaman penyidik itu dilakukan guna memastikan apakah keterangan NA betul-betul sebuah fakta atau hanya keterangan yang tidak berdasar.
"Memang ada disebut oleh R, namun apakah itu memang betul ada sosok R atau hanya ilusi dari R semata. Kami belum memastikan," tambah Yuli.
3. Sosok T adalah anggota polisi
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro membenarkan jika T, merupakan penyidik di jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta.
Purwadi enggan menanggapi terlalu mendalam atas terungkapnya kasus upaya pembunuhan terhadap salah satu penyidik di jajarannya itu.
Dirinya mengakui belum mencermati secara rinci kasus yang sedang ditangani oleh Polres Bantul tersebut.
Namun dia tidak mengelak jika salah satu penyidiknya bernama Aiptu Tomi baru saja menjadi sasaran pembunuhan dengan modus paket sate beracun yang dikirimkan oleh NA.
"Wah belum bisa komen. Harus didudukkan dulu tergantung motifnya. Pribadi atau dinas, kalau pribadi kami tidak bisa ikut campur. Kalau dinas pasti sudah ada SOP nya," katanya, dihubungi Tribun Jogja, Senin (3/5/2021).
Ia menambahkan, selama ini T dikenal baik dan rajin di lingkungan Polresta Yogyakarta.
Bahkan, Purwadi turut mengapresiasi kinerja anak buahnya itu berkat keberhasilannya mengungkap kasus sindikat pencurian sepeda motor (Curanmor) asal Lampung pada Minggu (25/4/2021) lalu.
"Bagus, rajin. Kemarin juga baru ungkap kasus kriminal. Tanggal berapa itu ya, yang dirilis kemarin. Itu kan T ikut mengejar," tambah Purwadi.
Purwadi enggan berspekulasi bahwa upaya pembunuhan terhadap salah satu penyidiknya itu atas dasar teror, yang muncul dari beberapa kasus yang ditangani oleh Aiptu Tomi selama ini.
4. T diburu netizen
Setelah kasus sate sianida sedikit demi sedikit terungkap, netizen mulai penasaran dengan sosok T.
Hal ini lantaran mereka menilai bahwa T juga bertanggung jawab secara tidak langsung atas kematian NFP.
Netizen berspekulasi bahwa T pernah menyakiti NA, entah itu berupa janji manis atau janji yang tidak ditepati.
Rasa sakit hati NA itu memuncak dan memutuskan untuk memberikan pelajaran pada T agar tidak main-main dengan janji.
Banyak dari netizen yang ingin melihat wajah T dan memintanya untuk ikut berbicara atas kasus ini.
Desakan agar T dan istri juga ikut diperiksa datang dari Jogja Police Watch (JPW).
JPW menilai kasus ini harus diselesaikan secara transparan meski T adalah anggota kepolisian.
( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kasus-paket-sate-sianida-belum-berakhir-ide-kirim-racun-muncul-dari-sosok-ini.jpg)