Breaking News:

Kabupaten Gunungkidul

Mudik Dilarang, Organda Gunungkidul: Karyawan Kami Makan Apa?

Organda berharap ada solusi dari pemerintah untuk setidaknya meringankan beban pengusaha transportasi yang terpuruk dengan larangan itu.

TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Suasana Terminal Dhaksinarga Wonosari, Gunungkidul beberapa waktu lalu, menjelang masa larangan mudik Lebaran 2021 

Alhasil penghasilan pun jadi nihil dengan adanya kebijakan tersebut.

Sedangkan ia bersama para pengusaha lainnya masih diwajibkan untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan.

Hal yang sulit mengingat operasional bus juga sudah terdampak situasi pandemi.

Itu sebabnya, pemilik Perusahaan Otobus (PO) Maju Lancar ini menilai seharusnya kebijakan tersebut tidak asal dibuat.

Sebab ada dampak yang bisa timbul dan harus dipertimbangkan.

Baca juga: Waki Bupati Gunungkidul Minta Pemudik yang Terlanjur Tiba di Kampung Halaman Jalani Isolasi di Rumah

"Kalau berhenti, karyawan kami makan apa? Mereka butuh makan, keluarganya harus makan," kata Henry.

Ia pun mengaku sudah bingung dengan kondisi yang ada.

Sebab kalaupun operasional bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) diizinkan, ada sejumlah syarat ketat yang harus dipenuhi.

Lantaran kebijakan terlanjur diketok, Henry pun kini pasrah.

Ia tetap berharap ada solusi dari pemerintah untuk setidaknya meringankan beban pengusaha transportasi yang terpuruk dengan larangan itu.

Halaman
123
Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved