UPNVY Siap Cetak Humas Berkualitas dan Kompeten di Bidangnya untuk Edukasi Masyarakat
Ledakan kasus Covid-19 yang lebih gawat ini dipicu oleh sikap masyarakat yang lengah dan abai menerapkan protokol kesehatan (prokes).
Machya Astuti menyampaikan, Asesmen Lapangan dilakukan sebagai dasar dalam penilaian kriteria akreditasi perguruan tinggi.
Salah satu tahap dari proses akreditasi ialah melakukan Asesmen Lapangan untuk verifikasi, validasi, dan melengkapi data dan informasi yang disajikan dokumen akreditasi.
Hal ini guna menjamin proses akreditasi dilakukan secara independen, akurat, objektif, transparan, akuntabel, ketidakberpihakan, kredibel, menyeluruh, efektif, dan efisien.
"Proses akreditasi melibatkan seluruh stakehoder. Mulai dari jajaran Dekanat Fisip UPNVY selaku UPPS, Pengurus Jurusan Ilmu Komunikasi, Pengurus Prodi Humas, Dosen, Tenaga kependidikan (tendik) termasuk Pustakawan dan Laboran, Mahasiswa, dan Mitra kerja sama," ungkap Machya Astuti.
Korprodi Humas Ilkom Fisip UPNVY Dewi Novianti SIP MSi menjelaskan, proses Asesmen Lapangan merupakan tahap akhir penilaian yang dilakukan oleh BAN-PT sebelum memutuskan suatu prodi apakah akan masuk dalam kategori baik, baik sekali, atau unggul.
"Prodi Humas sendiri merupakan prodi baru di bawah koordinasi Jurusan Ilkom Fisip UPNVY. Prodi yang mengambil kekhasan humas pemerintahan dan korporat ini akan meluluskan angkatan pertamanya pada semester genap 2021 ini," imbuh Dewi Novianti.
Asesor BAN-PT berhasil menggali tingkat kepuasan yang cukup tinggi selama berkuliah di Prodi Humas UPNVY dari mahasiswa yang hadir. Sistem pembelajarannya yang interaktif dari dosen-dosen dan praktisi di Prodi Humas yang sangat berkompeten, dirasakan membantu meningkatkan kompetensi mahasiswa Prodi Humas.
Tim asesor memberikan rekomendasi untuk Syarat Perlu Terakreditasi dan Sembilan Kriteria Penilaian. Rekomendasi ini diberikan dengan harapan agar prodi semakin berkembang dan semakin baik ke depannya.
Suwandi Sumartias mengungkapkan, indikator Elemen Penilaian BAN-PT menetapkan fokus penilaian ke dalam kriteria yang mencakup komitmen perguruan tinggi terhadap kapasitas institusi dan keefektifan pendidikan yang terdiri atas kriteria Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi; Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerjasama; Mahasiswa; Sumber Daya Manusia; Keuangan, Sarana dan Prasarana; Pendidikan; Penelitian; Pengabdian kepada Masyarakat; dan Luaran dan Capaian Tridharma.
Dewi Kurniawati menambahkan, ke depan pengembangan prodi agar diperhatikan hal-hal yang masih perlu ditingkatkan, antara lain pelibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Guna memberikan pengalaman dan menambah softskill mahasiswa.
Menanggapi seluruh rekomendasi yang diberikan tim asesor, Machya Astuti menegaskan siap melakukan perbaikan sesuai dengan apa yang telah direkomendasikan tim asesor. Adanya kegiatan asesmen lapangan ini dilakukan demi meningkatkan kinerja serta perolehan status akreditasi prodi.
Machya Astuti menyadari, Asesmen Lapangan sebagai rangkaian proses akreditasi sangatlah penting untuk melihat apakah yang telah kerjakan dan diprogramkan sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau belum. Dan, apakah sudah sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) dan kriteria dari BAN PT atau belum.
Baca juga: Jagongan Kalurahan, Kanjeng Yudanegara Serap Aspirasi dan Ajak Warga Lestarikan Kebudayaan
"Lulusan yang unggul dan sesuai kompetensi prodi, tentunya akan berdampak kepada kemudahan bagi alumni untuk memperoleh akses kerja yang lebih luas," terang Macya Astuti.
Menurut Puji Lestari, yang juga merupakan Asesor BAN-PT ini, Asesmen Lapangan berfungsi sebagai evaluasi menyeluruh yang akan mendorong pengembangan dan perbaikan Prodi Humas UPNVY.
Ke depan, diharapkan bisa menghasilkan lulusan kehumasan yang berkualitas dan kompeten sesuai Capaian Lulusan yang telah ditetapkan.