Pit Duwur Berkeliling Kota Yogyakarta Sambil Dukung Perdamaian untuk Myanmar

Barisan sepeda yang tingginya melebihi tinggi orang dewasa berjejer melintasi Jalan Malioboro. Mengundang rasa penasaran bagaimana cara menaiki sepeda

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Maruti Asmaul Husna
Komunitas Pit Duwur dan pesepeda lainnya berfoto bersama di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Sabtu (24/4/2021). 

Salah satu caranya adalah dengan tidak mengundang pemimpin junta militer Myanmar Min Aung Hlaing hadir dalam pertemuan pemimpin ASEAN.

"Sangat disayangkan jika ASEAN dan juga Indonesia, justru memberikan legitimasi pada kekuasaan junta militer yang sama sekali tidak sah," bebernya.

"ASEAN dan juga Indonesia, seharusnya mengundang Pemerintahan Persatuan Nasional (National Unity Government/NUG) untuk hadir dalam KTT ASEAN yang merupakan perwakilan masyarakat sipil Myanmar. Dengan demikian, suara warga Myanmar akan mendapatkan saluran untuk didengar di level internasional," sambungnya.

Selain bersepeda bersama, Fajar dan rekan-rekan penggowes lainnya pagi itu juga menemui masyarakat dan mengobrol. Atas nama kemanusiaan, mereka mengajak masyarakat sipil lainnya untuk peduli pada apa yang menimpa masyarakat sipil Myanmar saat ini.

"Masyarakat jadi tahu apa yang dialami masyarakat sipil Myanmar sekarang sama seperti yang dialami masyarakat Indonesia pada saat orde baru," ucap Fajar.

Ia menuturkan, kegiatan pagi itu berjalan lancar dan tidak ada kendala. Selain itu, menurut Fajar, mereka masih menjalankan ibadah puasa. (uti) 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved