Update Corona di DI Yogyakarta
Muncul Penularan COVID-19 di Jongke Kidul, Akses Satu RW Dibatasi
Jalan masuk menuju RW 24 ditutup menggunakan portal bambu. Lalu dipasang spanduk bertuliskan "Akses Terbatas, Khusus Warga RW 24".
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penularan Coronavirus disease-2019 (COVID-19) merebak di Padukuhan Jongke Kidul, Sendangadi, Mlati, Sleman.
Sebanyak 35 warga, terkonfirmasi positif.
Dua di antaranya meninggal dunia.
Saat ini, skenario pengendalian terus dilakukan.
Termasuk menutup akses keluar - masuk wilayah RW 24 di padukuhan tersebut.
"Sekarang, RW 24 di lockdown lah istilahnya," kata Gugus Tugas Kapanewon Mlati, Jaka Susanta, Kamis (22/4/2021).
Baca juga: Update COVID-19 di DIY Kamis 22 April 2021 : Bertambah 257 Kasus Positif, 8 Pasien Meninggal
Pantauan di lokasi, jalan masuk menuju RW 24 ditutup menggunakan portal bambu.
Lalu, dipasang spanduk bertuliskan "Akses Terbatas, Khusus Warga RW 24".
Bukan tanpa sebab, pembatasan akses masuk terpaksa dilakukan oleh Gugus Tugas, karena dari 4 rukun tetangga (RT) yang ada didalam RW 24, ada satu yang masuk kategori zona merah, atau resiko penularan tinggi, yaitu RT 05.
Sesuai instruksi Bupati Sleman nomor 10/2021--bagi wilayah zona merah-- maka skenario pengendaliannya dengan cara menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat.
Lalu, isolasi mandiri/ terpusat dengan pengawasan ketat. Menutup rumah ibadah, tempat bermain anak, dan tempat umum lainnya, kecuali sektor esensial.
Melarang kerumunan lebih dari 3 orang dan meniadakan kegiatan sosial kemasyarakatan serta membatasi akses keluar masuk di wilayah RT maksimal hingga pukul 20.00 WIB.
Jaka mengatakan, pihaknya melakukan pengawasan.
"Jam 20.00 WIB, ada beberapa warung yang nggak mau nutup, saya datangi, saya beri edukasi. Sesuai surat edaran dari Kalurahan, jam 20.00 semuanya harus sudah tutup," ucapnya.
Saat ini, pelbagai upaya terus dilakukan agar dapat menghentikan mata rantai penularan.