Harga Bahan Pokok Naik, Operasi Pasar Akan Kembali Digelar di Gunungkidul
Pekan pertama Ramadan ini harga sejumlah komoditas bahan pokok (bapok) mengalami kenaikan. Antara lain pada telur ayam, daging ayam, minyak goreng,
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pekan pertama Ramadan ini harga sejumlah komoditas bahan pokok (bapok) mengalami kenaikan. Antara lain pada telur ayam, daging ayam, minyak goreng, hingga ikan lele.
Melihat kondisi tersebut, Operasi Pasar (OP) pun akan kembali dilakukan di Gunungkidul. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Yuniarti Ekoningsih.
"Dari Kalurahan Bleberan (Playen) sudah meminta digelarnya OP," kata Yuni pada Selasa (20/04/2021).
Baca juga: Permintaan Naik, Harga Sejumlah Bahan Pokok di Gunungkidul Ikut Terkerek
Sesuai rencana, OP akan dilaksanakan pada Jumat (23/04/2021) mendatang di Balai Kalurahan Bleberan. Adapun kegiatan itu akan diprakarsai oleh Badan Urusan Logistik (BULOG) Regional Yogyakarta.
Yuni juga menyebut Gunungkidul masih memiliki satu alokasi lagi untuk melaksanakan OP. Rencananya OP tersebut akan digelar di Kalurahan Kepek, Wonosari.
"Sampai saat ini masih menunggu konfirmasi dari Lurah setempat untuk pelaksanaan OP," ujarnya.
Sebelumnya di awal April ini, OP pertama di Gunungkidul sudah dilaksanakan. Kegiatannya berlangsung di Balai Kalurahan Nglanggeran, yang ditangani langsung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY.
Kepala Disperindag Gunungkidul Johan Eko Sudarto mengatakan koordinasi dengan Pemda DIY terus dilakukan demi menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bapok. Terutama pada momen Ramadan hingga Idul Fitri nanti.
"Komunikasi terus kami lakukan dengan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) DIY," kata Johan beberapa waktu lalu.
Baca juga: Penambang Pasir di Kulon Progo Temukan Mayat Pria Mengapung di Sungai Progo
Pihaknya juga terus memantau perkembangan harga hingga ketersediaan stok bapok di pasaran. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi jika terjadi kelangkaan.
Manakala terjadi kekurangan bapok di pasaran, Johan mengatakan akan langsung melapor ke TPID DIY. Nantinya distribusi pasokan akan segera dilakukan untuk menutupi kekurangan tersebut.
"Jadi harapannya tidak terjadi lonjakan harga signifikan selama Ramadan ini," jelasnya. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/operasi-pasar-disperindag-diy-di-balai-kalurahan-nglanggeran.jpg)