Breaking News:

Permintaan Naik, Harga Sejumlah Bahan Pokok di Gunungkidul Ikut Terkerek

Sepekan sejak dimulainya bulan Puasa, sejumlah komoditas bahan pokok (bapok) di Gunungkidul terpantau mengalami kenaikan harga. Naiknya permintaan

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando
Lapak penjualan daging ayam di Pasar Argosari Wonosari, Gunungkidul beberapa waktu lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sepekan sejak dimulainya bulan Puasa, sejumlah komoditas bahan pokok (bapok) di Gunungkidul terpantau mengalami kenaikan harga. Naiknya permintaan pun disebut menjadi pemicu.

Kepala Pasar Argosari Wonosari, Sularno menyampaikan setidaknya ada 4 jenis komoditas yang mengalami kenaikan harga. Adapun kenaikan terpantau pada Selasa (20/04/2021) ini.

"Yang mengalami kenaikan telur ayam, daging ayam, minyak goreng, serta ikan lele," katanya dihubungi siang ini.

Baca juga: Penambang Pasir di Kulon Progo Temukan Mayat Pria Mengapung di Sungai Progo

Harga telur terpantau naik dari Rp 22 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram (kg); minyak goreng curah jadi Rp 14 ribu dari Rp12.500,00 per kg; serta lele dari Rp 23 ribu menjadi Rp 25 ribu per kg.

Kenaikan cukup signifikan terjadi pada daging ayam dari yang sebelumnya Rp 34 ribu menjadi Rp 40 ribu per kg. Sisanya terpantau stabil alias tak mengalami kenaikan signifikan

"Daging sapi juga sampai hari ini masih di kisaran Rp 120 ribu per kilo," ungkap Sularno.

Meski ada kenaikan harga, ia memastikan persediaan bahan pokok tersebut masih aman. Termasuk pada komoditas yang mengalami kenaikan harga.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Yuniarti Ekoningsih menyebut kenaikan secara umum terjadi di seluruh wilayah.

"Seperti contoh untuk telur ayam, sejak minggu lalu relatif stabil tinggi," ujar Yuni.

Seperti Sularno, ia menyebut persediaan bapok sampai saat ini masih aman di pasaran. Adapun kenaikan harga lebih disebabkan oleh naiknya permintaan masyarakat.

Baca juga: Telkom Tegaskan Siap Dukung Transformasi dan Akselerasi Digital di Indonesia

Menurut Yuni, saat ini masyarakat membutuhkan lebih banyak bahan makanan untuk konsumsi. Terutama dalam kegiatan sahur dan berbuka puasa.

"Pada akhirnya pengaruh ke permintaan dan harga di pasaran," jelasnya.

Meski ada kenaikan, harga beberapa komoditas bapok lain justru turun. Seperti cabai rawit merah di mana hari ini terpantau di kisaran Rp 38 ribu per kilonya.

Awal tahun ini, harga cabai rawit merah sempat meroket hingga Rp 120 ribu per kilogram. Adapun penurunan ke harga normal mulai terjadi dalam kurun waktu sebulan terakhir. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved