Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

SOP Pembelajaran Tatap Muka Juli di DIY Bergantung Hasil Evaluasi Uji Coba Saat Ini

Hasil dari evaluasi dari uji coba pembelajaran tatap muka kali ini akan diterapkan pada pembelajaran secara serentak pada Juli nanti.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA/ Yuwantoro Winduajie
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hasil uji coba pembelajaran tatap muka di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari ini Senin (19/4/2021) menentukan Standar Operasional Prosedur (SOP) proses belajar mengajar menyeluruh pada Juli mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) pemerintah DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, hari ini telah dijadwalkan ada lima SMA dan lima SMK di DIY yang melalukan uji coba pembelajaran tatap muka.

Sepuluh sekolah tersebut antara lain SMA N 1 Pajangan, Bantul; SMA N 1 Gamping, Sleman; SMA N 1 Sentolo, Kulon Progo; dan SMA N 9 Yogyakarta

Kemudian SMA N 2 Playen, Gunungkidul; SMK N 1 Wonosari, Gunungkidul; SMK N 1 Yogyakarta; SMK N 1 Pengasih Kulonprogo; SMK N 1 Bantul dan SMK N 1 Depok Sleman.

Baca juga: Pemkot Yogya Rencanakan Uji Coba Pembelajaran Luring di Minggu Pertama Mei 2021

Dalam rencananya, setiap dua pekan sekali pihak pemerintah akan melakukan evaluasi atas kegiatan uji coba pembelajaran tatap muka tersebut.

"Sudah kami lakukan uji coba belajar tatap muka hari ini. Ada lima SMA dan lima SMK. Akan kami pantau terus, nanti kami ikuti perkembangannya," katanya, saat di kantor Kepatihan, Senin (19/4/2021)

Ia menegaskan, hasil dari evaluasi dari uji coba pembelajaran tatap muka kali ini akan diterapkan pada pembelajaran secara serentak pada Juli nanti.

Dirinya mengupayakan, Juli nanti SOP pembelajaran tatap muka sudah tersusun, sehingga masing-masing sekolah dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka bersama-sama.

"Seperti apa itu nanti akan menjadi acuan, atau pedoman pada saat melaksanakan belajar tatap muka secara serentak," tegas Aji.

Kekhawatiran munculnya klaster di lingkungan sekolah pun muncul dari dirinya, namun selama penerapan prokes dilakukan secara benar harapannya kekhwatiran itu tidak terjadi.

Baca juga: Pemda DI Yogyakarta Buka 9 Sekolah untuk Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Mulai Hari Ini

"Selama prokes diterapkan dengan benar, mudah-mudahan tidak akan menimbulkan klaster di sekolah," imbuhnya.

Sementara mekanisme uji coba pada hari ini, Aji menjelaskan sejak awal pembentukan shift bagi peserta didik bertujuan untuk mengurangi kerumunan, dengan cara mempersingkat waktu belajar di kelas.

"Satu kelas itu dua jam, berarti kami mengurangi waktu pertemuan. Itu akan memgurangi angka penularan. Lalu peserta yang masuk hanya separuh, sehingga jarak atau physical distancing tetap kami terapkan," jelas mantan kepala Disdikpora DIY ini.

Meski telah dilakukan uji coba pembelajaran, Aji menegaskan bagi sekolah yang berada di zona orange dan zona merah COVID-19 tidak diperkenankan membuka pembelajaran tatap muka.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved