Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Pemkot Yogya Rencanakan Uji Coba Pembelajaran Luring di Minggu Pertama Mei 2021

Pemkot Yogyakarta segera memulai uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada minggu pertama bulan Mei 2021.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
Tribun Jogja/ Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta segera memulai uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada minggu pertama bulan Mei 2021.

Kalau dirasa memungkinkan, pembelajaran luring bisa jadi digulirkan kembali tahun ajaran baru nanti.

"Kita mulai uji coba di dua SD dan tiga SMP pada minggu pertama Mei mendatang. Sembari melihat pelaksanaan uji coba di SMA," terang Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Senin (19/4/2021).

Ia menyampaikan, uji coba dilakukan Pemkot Yogyakarta dengan membagi kelas dalam tiga shift dengan pertemuan maksimal 90 menit. 

Menurutnya, penyiapan sarana dan pra sarana terkait protokol kesehatan sudah tersedia semua, sementara guru hampir seluruhnya tervaksin.

Baca juga: Pemda DI Yogyakarta Buka 9 Sekolah untuk Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Mulai Hari Ini

"Jika uji coba itu hasilnya baik, maka direncanakan tahun ajaran baru, kita akan lakukan pelaksanaan sekolah tatap muka. Tetapi, jika masih ada beberapa kendala dan jumlah kasusnya meningkat, bisa jadi akan ditunda dulu sampai situasinya kondusif," cetusnya.

Kesuksesan asesmen standar pendidikan daerah (ASDP) di tingkat SMP pun makin meningkatkan optimisme.

Ujarnya, hal itu sekaligus dijadikan uji coba tahap awal.

Sehingga, sangat memungkinkan KBM tatap muka digelar mulai pertengahan Juli, selama situasi memungkinkan.

"Terus, (ASDP) yang SD kita lakukan minggu ini. Umumnya, berlangsung baik dan lancar. Antar jemput yang berpotensi kerumunan bisa diatasi," ungkap Wakil Wali Kota.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka, Pengantaran dan Penjemputan Siswa oleh Orang Tua Jadi Titik Rawan

"Sebenarnya kita sudah siapkan semuanya sejak Desember tahun lalu, untuk sekolah tatap mukanya. Sudah 65 SD atau MI dan 165 SMP atau MTs negeri dan swasta, kita verifikasi pada Januari dan Maret. Semua siap," imbuhnya.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta itu menjelaskan, nanti pada saatnya dilaksanakan sekolah tatap muka, semua persyaratan dipastikan bakal dipenuhi, termasik persetujuan dari orang tua.

Menurutnya, itu tidak bisa diabaikan karena sifatnya adalah wajib.

"Artinya, bagi siswa atau orang tua yang keberatan, tidak jadi masalah. Mereka masih bisa mengikuti pembelajaran secara daring. Kita lakukan blended, tatap muka dan daring. Jadi, siswa bisa memilih proses pembelajarannya," pungkas Heroe. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved