Kapankah Waktu Terbaik untuk Berolahraga di Bulan Puasa?

Salah satu hal yang penting untuk dipertimbangkan adalah memilih waktu dan tempat yang tepat untuk berolahraga di bulan puasa

Editor: Mona Kriesdinar
tribunjogja.com
Ilustrasi olahraga bersama 

Pasalnya jika olahraga dilakuan sore atau malam hari, maka kita tidak akan mendapatkan efek kesegaran karena udara sudah tercampur dengan polusi udara.

Agar mendapatkan manfaat kesegaran, kita bisa melakukan olahraga setelah sahur ataupun setelah salat subuh saat udara masih asri dan segar.

Tentunya olahraga yang dilakukan adalah jenis olahraga yang ringan seperti jogging, jalan cepat dan bersepeda.

Sedangkan jika alasan berolahraga dengan tujuan untuk melatih otot dan sekadar mengeluarkan keringat, maka bisa melakukan olahraga beban ataupun kardio yang bisa dilakukan di malam hari selama 30 sampai 60 menit atau boleh juga dilakukan ketika menunggu berbuka puasa.

Baca: Begini Tips Agar Tetap Segar di Siang Hari Selama Berpuasa

Pada dasarnya, untuk melakukan olahraga di bulan puasa kita harus mengetahui kondisi tubuh dan kesehatan sendiri.

Pasalnya kebugaran setiap individu berbeda-beda.

Ada orang yang memang mampu melakukan olahraga saat berpuasa dan ada juga yang baru bisa melakukan olahraga setelah buka puasa.

Hal yang harus diperhatikan saat melakukan olahraga di bulan puasa Jangan terlalu memaksakan diri untuk berolahraga, ada baiknya kenali tubuh sebelum memutuskan untuk berolahraga.

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan olahraga selama bulan ramadan, adalah:

  • Luangkan waktu untuk olahraga sekitar 30 menit sampai maksimal 60 menit.
  • Jangan lupa untuk berolahraga secara konsisten dan rutin.
  • Lakukan olahraga kardiovaskular dengan intensitas ringan seperti berjalan kaki dan bersepeda. Selain itu kita juga bisa melakukan aktivitas latihan otot yang sederhana. Hal ini bisa membantu membakar kalori, meningkatkan stamina, meregangkan otot-otot, meningkatkan fleksibilitas dan detoksifikasi.
  • Jangan melakukan olahraga dengan intensitas tinggi seperti lari jarak jauh, angkat beban dan olahraga berat lainya karena dapat menyebabkan cedera sendi atau otot. Bahkan hal tersebut juga bisa menyebabkan komplikasi seperti tekanan darah rendah, hipoglikemia dan pusing.
  • Perbanyak asupan cairan saat berbuka dan sahur. Minumlah air kelapa untuk meningkatkan elektrolit di tubuh, dan mengoptimalkan fungsi jantung, serta saraf otot.
  • Perhatikan asupan nutrisi dan porsi makanan yang akan dikonsumsi untuk berbuka dan sahur. Terlebih hindari mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi seperti gorengan dan santan agar olahraga yang dilakukan berhasil.
  • Jangan lanjutkan olahraga jika merasa lemas, pusing atau sakit meskipun sudah menurunkan intensitas latihan.
  • Cukupi waktu tidur selama Ramadan, pasalnya waktu tidur yang kurang akan mempengaruhi kinerja tubuh.(TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sebaiknya Olahraga Menjelang Berbuka Atau Setelah Berbuka Puasa?", https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/21/084524020/sebaiknya-olahraga-menjelang-berbuka-atau-setelah-berbuka-puasa.

Editor : Wisnubrata

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved