Breaking News:

Indonesia Raya Bergema dari Yogyakarta

Rasa cinta Tanah Air dan sikap bela negara penting terus digelorakan sebagai upaya menjaga keutuhan NKRI berlandaskan Pancasila.

Istimewa
Sri Sultan HB X, GKR Hemas dan Forum Rakyat Yogya untuk Indonesia 

FOR YOU INDONESIA merupakan wadah para aktivis kebangsaan lintas kalangan. Pegiatnya antara lain Sekretaris Wilayah GP. Ansor DIY Hasan Syaifulloh, Ketua Pusat Studi Pancasila UPN Yogyakarta Lestanta Budiman, pendiri museum Rumah Garuda Nanang Rahmat Hidayat, pegiat Kawruh Jiwa Ki Prasetyo Atmosutidjo, aktivis Barisan Nasionalis Pancasila Bhayu Malam, ketua Aliansi SMA Yogya Bersatu Nana Je, ketua Paguyuban Kawula Mataram Bimo Subandi, sutradara ketoprak Nano Asmorodono, koordinator Sekber Keistimewaan DIY Widihasto Wasana Putra, dosen APMD Tri Agus Siswowiharjo, pekerja seni Eko Bebek, guru Seko─║ah Anak Alam Budi Gemak, pegiat Tirta Kelapa Art Space Riko Dwisetyanto, perupa Pambudi Sulistyo, aktivis Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia Peradah DIY Ketut Megantara, aktivis Perkumpulan Kepercayaan & Budaya Nusantara PKBN Kris Triwanto, aktivis muda Nono Karsono, para alumni Kemah Pelajar Pancasila Indonesia serta sejumlah aktivis muda lainnya.

Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan inisiatif masyarakat untuk menggelorakan sikap nasionalisme melalui gerakan Indonesia Raya Bergema. Sultan berpesan agar gerakan itu mempertimbangkan situasi dan kondisi lapangan sebab sesuai ketentuan perundangan pada saat lagu kebangsaan dikumandangkan maka ada kewajiban publik untuk berdiri dalam sikap sempurna.

"Jadi sebaiknya sasarannya dilakukan di tempat-tempat yang memungkinkan seperti di lingkungan sekolah atau lembaga pendidikan, instansi pemerintah, perkantoran swasta, pusat perbelanjaan maupun lokasi lain yang memungkinkan. Jangan dilakukan di jalan raya. Tentunya kan tidak mungkin orang yang tengah berkendara harus berhenti dan turun dari kendaraan. Kan tidak mesti seperti itu," pesan Sultan.

Pada kesempatan itu Sultan juga memaparkan berbagai pengalaman dan pandangannya mengenai kehidupan kebangsaan. Bagi Sultan, dirinya selaku kepala daerah memiliki kewajiban untuk membina dan memupuk kesadaran politik berbangsa masyarakatnya. Kemajemukan masyarakat selain diikat oleh konsensus nasional Pancasila juga diatur berbagai peraturan perundang-undangan.

Sultan mencontohkan. Pernah suatu ketika ada tindakan intoleransi terhadap kelompok masyarakat yang secara jumlah kecil. Pelaku mengaku melakukannya dengan alasan kesepakatan mayoritas warga sebagai wujud kearifan lokal.

Bagi Sultan masalah tersebut bukan soal kesepakatan mayoritas yang kemudian disebut kearifan lokal dan bukan pula masalah mayoritas atau minoritas.

Apapun alasannya tetap tidak boleh siapapun baik individu atau kelompok membuat kesepakatan yang bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Baginya ini soal prinsip. Soal prinsip tidak ada tawar menawar.

"Untuk menghindari kejadian serupa berulang dibutuhkan sikap tenggang rasa, tepo seliro, hormat menghormati serta dialog yang dilandasi niat baik dan kejujuran semua pihak. Rasa Ketuhanan, rasa kemanusiaan dan rasa keadilan harus senantiasa dikedepankan. Kita bisa lentur dan fleksibel dalam berdinamika satu dengan yang lain, namun tetap harus tegas dalam prinsip," terang Sultan.

Selain itu Sultan menggaris bawahi pentingnya merumuskan pendidikan ideologisasi Pancasila secara berjenjang. Materi atau kurikulumnya disesuaikan sesuai tingkat pendidikan dari PAUD, pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. "Untuk tingkatan mahasiswa idealnya sudah bukan pendidikan lagi melainkan sudah tahapan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila," papar Sultan.

Aktivis Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika dari Jakarta Nia Syaifudin mengapresiasi gagasan Indonesia Raya Bergema. Menurutnya dari masa revolusi kemerdekaan hingga saat ini gerakan sosial yang dimunculkan dari Yogyakarta selalu jadi inspirasi secara nasional. Dirinya mengaku bersyukur Yogyakarta memiliki Sultan dan Ratu Hemas sebagai tokoh nasional yang berintegritas serta rakyat Yogyakarta yang selalu bersemangat menjadi perisai NKRI. (rls)

Editor: ribut raharjo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved