Breaking News:

Yogyakarta

Pekan Pertama Ramadan, Satpol PP DIY Jaring 11 Gelandangan dan Pengemis

Razia gelandangan dan pengemis akan ditingkatkan saat bulan puasa, karena saat ini marak dijumpai para pengemis dan gelandangan dari luar DIY.

Dokumentasi Satpol PP DIY
Penertiban gelandangan dan pengemis oleh Satpol PP, Jumat (16/4/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pekan pertama bulan puasa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menjaring 11 gelandangan dan pengemis, di sejumlah titik jalan wilayah DIY.

Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP DIY, Nur Hidayat mejelaskan, razia gelandangan dan pengemis akan ditingkatkan saat bulan puasa, karena menurutnya saat ini marak dijumpai para pengemis dan gelandangan dari luar DIY.

"Ada 11 orang yang kami tangkap. Yakni sembilan laki-laki dan dua orang perempuan," katanya, kepada Tribunjogja.com, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Sebanyak 50 Gelandangan Pengemis Dirazia Satpol PP DIY, Semuanya Non Reaktif

Rinciannya, dua orang sebagai pengemis, empat orang pengamen, dan empat orang pengamen boneka.

Tak hanya itu, Satpol PP DIY juga turut mengamankan satu anak masih di bawah umur, yang ikut turun ke jalan bersama orang tuanya.

Nur Hidayat menegaskan, razia tersebut dilakukan dibeberapa ruas jalan satu di antaranya Jalan Kaliurang atau sekitar kampus Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

"Kegiatan non yustisi ini akan terus ditingkatkan. Apalagi di bulan puasa ini makin menjamur para pengemis, manusia silver dan anak yang hidup di jalanan," tegas dia.

Baca juga: 20 Gelandangan dan Pengemis Terjaring Razia Satpol-PP DIY

Operasi tersebut menurutnya sebagai penegakan peraturan daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2014 tentang penanganan gelandangan dan pengemis, serta Perda nomor 6 Tahun 2011 tentang perlindungan anak di jalanan.

Sesuai ketugasan Satpol PP, lanjut Nur Hidayat, dalam pasal 5 peraturan pemerintah (pp) Nomor 16/2018 salah satu satu kewenangan Satpol PP yakni terkait penegakan perda.

"Sehingga upaya membangun masyarakat yg kondusif, nyaman di DIY harus dimulai. DIYharus tertib, nyaman dan aman, anjal gepeng, manusia silver juga harus memetauhi aturan," pungkasnya.( Tribunjogja.com )

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved