Kabupaten Gunungkidul

Mudik Dilarang, PHRI Gunungkidul Khawatir Sektor Pariwisata Lumpuh Lagi

Harapannya ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul untuk meminimalisir dampak dari larangan mudik.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Larangan Mudik Lebaran 2021 oleh pemerintah pusat dipastikan berjalan.

Skema Aglomerasi Wilayah pun akan diterapkan demi membatasi mobilitas masyarakat saat Idulfitri nanti.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul Sunyoto menilai pemerintah pusat tarik-ulur dalam aturan mudik.

Sebab sempat ada pernyataan yang berbeda.

Baca juga: Mudik Dilarang, PHRI Sleman : Berat, Kondisi Hotel dan Resto Masih Prihatin

"Yang tadinya salah satu menteri mengeluarkan pernyataan boleh (mudik), kok berubah jadi larangan," katanya dihubungi pada Jumat (16/04/2021).

Sunyoto mengklaim padahal pihaknya sudah siap dengan protokol kesehatan (prokes).

Sebab penerapannya jadi hal paling dasar jika aktivitas tetap aman dari penularan COVID-19.

Lantaran ada larangan tersebut, ia pun khawatir sektor pariwisata kembali lumpuh seperti tahun lalu.

Apalagi sektor ini tengah berangsur pulih dari dampak pandemi.

"Tahun lalu sudah tidak (libur) Lebaran dan kini dilarang lagi, ini jadi pukulan yang berat," ujarnya.

Sunyoto pun berharap ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul untuk meminimalisir dampak dari larangan mudik.

Baca juga: Larangan Mudik : Nestapa Tak Bertepi bagi Pelaku Bisnis Transportasi, Hotel dan Restoran

Satu di antaranya mempromosikan wisata yang menjamin keamanan serta prokesnya.

Ia juga menyebut kunjungan lokal bisa dioptimalkan selama masa Lebaran nanti.

Adapun usul tersebut sudah disampaikan Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul.

"Itu jadi salah satu solusi agar sektor riil di industri pariwisata tetap bergerak," kata Sunyoto.

Kepala Dispar Gunungkidul Asti Wijayanti sebelumnya menyatakan kunjungan lokal bisa jadi alternatif untuk menggerakkan sektor pariwisata, khususnya di wilayah Jawa Tengah-DIY.

Apalagi berdasarkan survei yang dilakukan, wisatawan asal Jawa Tengah (Jateng) masih mendominasi kunjungan di Gunungkidul.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021 Berdampak bagi PHRI hingga Pengelola Wisata di Kulon Progo

DIY sendiri di posisi ketiga.

"Jadi meski tak ada mudik, wisatawan lokal tetap bisa membantu kunjungan wisata," jelas Asti.

Ia sendiri menyebut sudah memprediksi munculnya kebijakan tersebut.

Itu sebabnya solusi alternatif tersebut langsung disusun agar pariwisata Gunungkidul tetap stabil.

Asti mengakui jika larangan mudik akan membuat kunjungan wisata tak maksimal.

Namun ia optimis tetap ada peningkatan saat masa Lebaran nanti, dibanding hari biasa.

"Tetap kami siapkan demi menyambut Lebaran tahun ini, prokes juga akan lebih kami perketat," katanya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved