Breaking News:

Bisnis

Larangan Mudik : Nestapa Tak Bertepi bagi Pelaku Bisnis Transportasi, Hotel dan Restoran

Larangan mudik membawa nestapa bagi pelaku bisnis transportasi di tengah upaya bangkit dari keterpurukan akibat pandemi.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Ilustrasi. Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang ada di Terminal Giwangan Yogyakarta beberapa waktu silam. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah resmi melarang mudik lebaran tahun 2021.

Kebijakan tersebut, membawa nestapa bagi pelaku bisnis transportasi di tengah upaya bangkit dari keterpurukan akibat pandemi.

Tahun sebelumnya, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan serupa. 

Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Sleman, Juriyanto Hadiwiyanto berharap ada perhatian dari pemerintah bagi para pelaku bisnis transportasi.

Pasalnya, dampak pandemi, apalagi sekarang ditambah larangan mudik, dirasa menyulitkan, bahkan berpengaruh sangat signifikan. 

Baca juga: Mudik Dilarang, PHRI Sleman : Berat, Kondisi Hotel dan Resto Masih Prihatin

"Akibat pandemi (COVID-19) saja, kami sudah seperti ini sulit. Apalagi, ditambah mudik dilarang. Wah, sangat berdampak luar biasa," kata dia, kepada Tribunjogja.com, Jumat (16/4/2021). 

Mudik lebaran menurutnya adalah momentum yang sebenarnya paling ditunggu.

Karena menjadi masa "panen" bagi bisnis transportasi.

Namun adanya pelarangan dari Pemerintah, langsung mematahkan harapan tersebut, karena dipastikan berpengaruh pada penumpang. 

Juriyanto mengungkapkan, semenjak dihantam pandemi Corona, penumpang armada antar kota dalam provinsi (AKDP) nyaris tidak ada.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved