Breaking News:

Update Coronda di Klaten

BREAKING NEWS : Ada Pegawai Reaktif COVID-19, Kantor Camat Jatinom Klaten Ditutup Sementara

Pelayanan administrasi di Kantor Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah bakal dibuka lagi untuk umum pada Senin (19/4/2021) mendatang.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Penampakan pengumuman di pintu masuk Kantor Camat Jatinom, Klaten, Jumat (16/4/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pelayanan administrasi di Kantor Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ditutup selama satu hari yakni pada Jumat (16/4/2021) lantaran adanya satu aparatur sipil negara (ASN) di kantor itu reaktif COVID-19.

Pelayanan administrasi di kantor itu ditutup setelah pihak kecamatan berkoordinasi dengan Satgas PP COVID-19 Klaten demi melakukan sterilisasi seluruh ruangan.

Pantauan Tribunjogja.com di Kantor Kecamatan Jatinom yang berada di Jalan Raya Jatinom, Desa Tangkilan, Kecamatan Jatinom sekitar pukul 11.20 nampak sepi.

Semua pintu dan jendela yang ada di kantor itu tertutup rapat.

Baca juga: 37 Santri di Satu Ponpes di Klaten Masih Terkonfirmasi COVID-19

Pada pintu utama terpampang sebuah pengumuman yang menjelaskan pelayanan administrasi di kantor itu ditutup untuk mitigasi COVID-19.

Selain itu juga terdapat pengumuman jika pelayanan administrasi di kantor itu bakal dibuka lagi untuk umum pada Senin (19/4/2021) mendatang.

Camat Jatinom, Wahyuni Sri Rahayu mengatakan jika penutupan kantornya karena ada satu pegawainya yang reaktif COVID-19.

Pegawai itu juga memiliki penyakit penyerta dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

"Iya benar kantor kecamatan kami tutup. Rencananya satu hari ini saja karena sabtu dan minggu kan libur. Kantor ditutup karena ada pegawai yang reaktif dari hasil tes rapid antigen," ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Sebaran COVID-19 di Satu Ponpes Masih Bertambah, Ini Langkah yang Dilakukan Pemkab Klaten

Ia menjelaskan, pegawai yang dilaporkan reaktif tes rapid antigen itu kemudian dirujuk ke rumah sakit pada Kamis (15/4/2021) pagi lantaran pegawai itu juga memiliki penyakit penyerta.

"Pada Kamis sore, pegawai kami meninggal dunia dan untuk mitigasi kami juga melakukan penutupan untuk mitigasi," jelasnya.

Kemudian, lanjut Wahyuni, pihaknya juga telah melakukan tracing kepada 10 pegawai yang ada di kantor yang ia pimpin tersebut.

"Namun hasilnya belum keluar. Mudah-mudahan negatif dan pelayanan bisa berjalan kembali pada senin depan," harapnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved