37 Santri di Satu Ponpes di Klaten Masih Terkonfirmasi COVID-19

37 santri yang terkonfirmasi COVID-19 tersebut berada dalam keadaan sehat dan sedang menjalani isolasi komunal di asrama

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Ketua Satgas PP COVID-19 Kecamatan Ceper, Supriyono, saat ditemui Tribun Jogja di Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (13/4/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Jumlah santri yang terpapar COVID-19 di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten kembali bertambah sebanyak 20 kasus.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) PP COVID-19 Kecamatan Ceper, Supriyono, mengatakan hingga saat ini total terdapat 37 santri di ponpes tersebut yang terkonfirmasi positif.

"Sekarang masih ada 37 santri yang terkonfirmasi di mana 20 santri merupakan terkonfirmasi baru," ujarnya saat Tribun Jogja temui di Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Damkar Klaten Evakuasi Sarang Tawon Vespa dari Atap Rumah Warga di Karanganom

Baca juga: Ratusan Relawan Pamulasaran Jenazah COVID-19 di Klaten Bakal Disuntik Vaksin

Ia mengatakan, 37 santri yang terkonfirmasi COVID-19 tersebut berada dalam keadaan sehat dan sedang menjalani isolasi komunal di asrama santri itu.

"Santri yang terpapar ini santri perempuan, 3 orang merupakan pengasuh dan sisanya merupakan santri perempuan," jelasnya.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan di ponpes itu terdapat 52 santriwati yang terpapar COVID-19.

Namun 15 di antaranya sudah terkonfirmasi negatif dan santri itu sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Adapun untuk kegiatan pondok pesantren, lanjut Supriyono, untuk sementara waktu ditutup terlelbih dahulu demi menjaga keamanan.

Baca juga: Begini Penampakan Gondola Wisata di Lereng Gunung Merapi Klaten, Bisa Angkut Beban hingga 17 Ton

Baca juga: Ekonomi Mulai Membaik 701 Warga di Klaten Penerima Bansos PKH Mundur

"Penutupannya sudah satu minggu. Saat itu muncul 14 kasus pertama langsung kita minta untuk tutup demi melaksanakan mitigasi COVID-19," jelasnya.

Ia mengatakan, untuk jumlah santri di pondok pesantren itu berjumlah sekitar 250 santri.

"Untuk tracing kasus ini sudah hampir selesai sebab hampir semua santri perempuan di pondok itu sudah kita swab," jelasnya.

Kemudian, untuk komsumsi puluhan santri yang masih isolasi komunal itu, lanjut Supriyono cenderung aman karena dipenuhi oleh pihak pondok pesantren. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved