Breaking News:

Jawa

Ekonomi Mulai Membaik 701 Warga di Klaten Penerima Bansos PKH Mundur

Ratusan keluarga itu memilih mundur lantaran perekonomiannya mulai membaik karena usaha mulai berkembang hingga dapat ganti rugi tol Yogya-Solo.

Dokumentasi Theo Markis
Sejumlah warga Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, menandatangani surat pernyataan keluar dari penerima bansos PKH, Kamis (8/4/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Ratusan warga Kabupaten Klaten yang terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) mulai Januari hingga April 2021 memilih graduasi atau mundur dari program itu.

Ratusan keluarga itu memilih mundur lantaran perekonomiannya mulai membaik karena usaha mulai berkembang hingga ketiban rezeki nomplok dari hasil penjualan tanah terdampak tol Yogyakarta-Solo.

Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Klaten, Theo Markis mengatakan jika awal tahun 2021 ini terdapat 701 kepala keluarga (KK) yang tercatat sebagai KPM PKH mungundurkan diri.

"Dalam 2 tahap final closing 2021 ini ada 701 KPM yang graduasi dari PKH," ujarnya saat dihubungi Tribunjogja.com, Minggu (11/4/2021).

Baca juga: ASN Dilarang Mudik Kepala OPD di Klaten Diminta Ikut Turun Tangan Mengawasi

Ia mengatakan, pada tahun 2021 ini secara keseluruhan terdapat sekitar 63.101 keluarga yang terdaftar sebagai KPM PKH yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Klaten.

Selain itu, menurut Theo, pada tahun 2020 juga terdapat sebanyak 13.153 KPM PKH yang mundur atau keluar dari bantuan sosial (Bansos) itu.

Disinggung terkait faktor-faktor yang membuat penerima bansos itu keluar, Theo mengaku dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

"Para yang mandiri sejahtera bisa keluar karena inclusion eror (dari awal terima bantuan sudah tidak tepat sasaran), mendapat program pemberdayaan oleh pendamping PKH hingga perekonomian mulai membaik," ujarnya.

Sementara itu, Eni Pujiastusi (44) satu dari belasan warga Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo yang memilih mundur dari KPM PKH mengaku ingin memberikan kesempatan kepada warga lainnya yang ingin menerima manfaat dari PKH itu.

"Saya mundur karena alhamdulillah tanahnya bapak saya kena proyek tol, sehingga hasil ganti rugi proyek tol itu dibagi-bagi oleh bapak kepada anak-anaknya," ucapnya pada Tribunjogja.com, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki Sebut Gula Cair Klaten Bisa Kurangi Impor Gula

Ia mengatakan, dirinya resmi mengundurkan diri pada Kamis (1/4/2021) lalu, bersama 11 orang warga lainnya yang juga menerima PKH di desa itu.

Dirinya mundur setelah pembayaran sawah milik orang tuanya dirampungkan oleh pihak terkait.

"Sawah milik bapak itu saya kurang tahu persis luasnya, tapi untuk uangnya ada sekitar Rp1,1 miliar yang didapat oleh bapak dan itu dibagi ke anak-anaknya," katanya.

Diakui Eni, dirinya sejak tahun 2017 terdaftar sebagai penerima PKH. Setiap tiga bulan dirinya menerima KPM PKH sebesar Rp375 ribu.

"Semoga dengan mundurnya saya, bisa dialihkan kepada warga lainnya. Semoga juga dengan modal ganti tol ini saya bisa buka usaha dan lancar," katanya. ( Tribunjoga.com )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved