Breaking News:

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki Sebut Gula Cair Klaten Bisa Kurangi Impor Gula

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI, Teten Masduki mengatakan jika gula cair buatan warga Kabupaten Klaten bisa menjadi

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki saat ditemui di sela-sela meninjau pabrik gula cair milik salah satu UMKM di Klaten, Jumat (9/4/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI, Teten Masduki mengatakan jika gula cair buatan warga Kabupaten Klaten bisa menjadi solusi di tengah serbuan gula impor di pasaran.

Hal itu ia sampaikan kepada awak media di sela-sela mengunjungi UKM gula cair yang dikembangkan oleh Joko Budi Wiryono warga Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: KPK Periksa Kontraktor Swasta Terkait Dugaan Korupsi Stadion Mandala Krida

"Saya apresiasi Pak Joko, yang mengembangkan gula cair karena bisa mengurangi gula impor dengan hanya mengalihfungsi gula pasir menjadi gula cair. Saya kira ini luar biasa," ujar Teten kepada awak media.

Menurut Teten Masduki, Kementerian yang ia pimpin juga memiliki kepentingan dalam mengurangi impor pangan dengan cara mensuport perkembangan UKM di Indonesia, termasuk di Kabupaten Klaten.

"Kita juga berkepentingan mengurangi impor pangan kita, salah satunya komiditi gula. Sehingga jika prototipe pabrik pak joko ini bisa dikembangkan menjadi skala nasional maka potensinya bisa menghasilkan gula cair hingga 8,4 juta ton per tahun," ulasnya.

Padahal, lanjut Teten, konsumsi gula secara nasional per tahunnya hanya berkisar diangka 5 juta ton saja.

"Kita bisa juga lakukan ekspor gula. Apalagi tahun 1930-an kita pernah jadi eksportir gula nomor dua dunia setelah Kuba," tambahnya.

Ia pun meyakini, gula cair olahan Joko Budi Wiryono itu, jika mendapatkan investasi yang maksimal maka bisa membuat Indonesia menjadi swasembada gula.

Baca juga: Tingkatkan Capaian KIA, Disdukcapil Bantul Luncurkan M-KIA

"Jadi saya rasa dengan keterbatasan lahan tebu saat sekarang, pengolahan gula cair ini bisa membuat kita swasembada gula. Ini adalah salah satu usaha yang luar biasa dari UMKM kita dan perlu untuk kita kembangkan kapasitas produksinya, ini perlu investasi," terangnya.

Sementara itu, Joko Budi Wiryono mengatakan jika dirinya berniat untuk mengolah gula cair karena melihat peluang bisnis yang cukup menjanjikan di industri gula itu.

Apalagi produksi gula lokal selama ini cenderung menurun dari tahun ke tahun. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved