Menuju Pasar Beringharjo Menjadi Pasar Era Digital, Ini Perjuangan Relawan yang Dampingi Pelaku UMKM
Memperjuangkan hal tersebut, ada sejumlah relawan yang tergabung dalam Digital Corner Pasar Beringharjo siap membantu para pedagang mengepakkan sayap
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mendengar nama pasar memang identik dengan suasana yang tradisional. Tempatnya dibangun sederhana tidak seperti pusat perbelanjaan kekinian lengkap dengan pendingin ruangan.
Paling penting, esensi dari transaksi jual beli bisa terpenuhi. Penjual dapat untung, pembeli dapat barang.
Bahkan, di DI Yogyakarta, Pasar Beringharjo justru menjadi salah satu obyek wisata yang selalu dipadati pengunjung di zaman sebelum pandemi.
Namun, dunia berubah. Teknologi berkembang begitu pesat, mau tidak mau mengajak para pedagang di pasar, khususnya Pasar Beringharjo berbenah.
Mereka sekarang menerima pembayaran non tunai, mengikuti tren anak zaman sekarang yang memilih membawa dompet digital daripada uang tunai.
Bahkan, para pedagang juga digadang-gadang untuk mulai ikut berjualan secara daring, memandatkan banyaknya marketplace dan media sosial yang masuk ke Indonesia.
Memperjuangkan hal tersebut, ada sejumlah relawan yang tergabung dalam Digital Corner Pasar Beringharjo siap membantu para pedagang mengepakkan sayap ke pasar yang lebih luas.
Bagi mereka, membantu pedagang menuju pasar daring adalah jalan panjang yang harus ditempuh. Mereka betul-betul mulai dari bawah agar pedagang mampu naik kelas dengan digitalisasi.
“Bayangan kami, para pedagang sudah bisa masuk ke Shopee, Tokopedia, dan sebagainya, tapi ketika kami masuk ke sini, semua itu runtuh. Masih banyak yang harus diedukasi,” buka Tommy, salah satu tim relawan Digital Corner Pasar Beringharjo kepada Tribun Jogja beberapa waktu lalu.
Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta: Bertambah 221 Kasus, 5 Pasien Dilaporkan Meninggal Hari Ini
Tommy tidak sendiri. Dia, Fitri dan Abdullah menjadi tiga dari sejumlah relawan di sudut digital itu untuk membantu pedagang pasar meningkatkan perekonomian lewat jualan daring.
Banyak cerita dari ketiganya tentang masalah pelik pedagang pasar merambah marketplace digital.
Ibarat pesawat, mereka tidak bisa lepas landas, tapi harus berjalan di landasan pacu sebelum benar-benar terbang.
“Karena bayangan kami runtuh, maka kami mulai mengedukasi dari bawah. Kami akhirnya perlahan-lahan mendampingi bagaimana produk itu bisa dipasarkan daring,” jelasnya lagi.
Edukasinya beragam. Tommy dan kawan-kawan mulai membahas tentang bagaimana sebuah produk bisa dipasarkan secara daring.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/produk-dari-pedagang-pasar-beringharjo-di-digital-corner-yang-siap-dipasarkan-daring.jpg)