Dibangun Ulang, Masjid Al Mustaqim Bantul Kini Ramah Difabel dan Lansia
Bangunan bergaya indies berwarna abu-abu dan putih menjadi wajah baru Masjid Al Mustaqim di Bantul. Masjid yang dahulu berwarna hijau
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
Untuk membangun ulang masjid ini, menurut Heru, dibutuhkan biaya 5 miliar lebih. "Pembangunan sekitar 5 sekian miliar. Kami mendapat bantuan dari donatur masyarakat, CSR, LSM. Pengumpulan dana dilakukan dari 2 tahun yang lalu. Semua pengurus masjid berusaha dengan caranya masing-masing," bebernya.
Baca juga: Menilik Sejarah dan Natah Timbul Kerajinan Kulit di Manding Bantul
Satpam dilatih melayani jemaah difabel
Tak hanya dari sisi sarana dan prasarana, seluruh satpam di masjid ini juga diikutkan pelatihan melayani jemaah difabel.
"Satpam kami juga ditraining oleh sebuah LSM difabel tentang cara menangani orang tunanetra, tunarungu, tunawicara," ungkap Heru.
Ia menjelaskan, contohnya kepada tunanetra, ada etika ketika menggandeng, kepada tunarungu jika berbicara harus berhadapan dan cara bicara harus pelan.
"Mereka di-training jika ada jemaah yang seperti itu paling enggak sudah tahu," ucap Heru.
Di bulan puasa ini, Masjid Al Mustaqim juga menyediakan menu berbuka gratis bagi para jemaah setiap hari.
Disediakan 150 nasi kotak pada hari biasa dan 200-an pada Ahad. "Di sekitar jalan ada tukang ojek, tukang becak, mereka butuh. Konsep kami kan memang melayani musafir," tandas Heru. (uti)