Pegang Lisensi LSP P3, Lulusan Tata Busana SMK di Sleman Ini Banyak Terserap Dunia Kerja 

Diharapkan, setelah lulus siswa bisa langsung mandiri dan memasuki dunia kerja. Itu juga yang terus dilakukan oleh SMK Muhammadiyah Gamping. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Ahmad Syarifudin
Murid Tata Busana SMK Muhammadiyah Gamping menampilkan karya busana. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selalu dibekali dengan kompetensi ketrampilan.

Diharapkan, setelah lulus siswa bisa langsung mandiri dan memasuki dunia kerja. Itu juga yang terus dilakukan oleh SMK Muhammadiyah Gamping

Di sekolah tersebut, siswa dibekali sertifikat uji kompetensi Lembaga Sertifikat Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yaitu kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Baca juga: Jelang Bulan Ramadan Harga Telur Ayam Naik, Ketersediaan Bahan Pokok di Kota Yogyakarta Aman

Alhasil, banyak siswa, terutama dari jurusan tata busana yang belum lulus pun sudah langsung terserap dunia kerja. 

"Anak-anak kami belum lulus, tapi sudah banyak yang memesan dan melaksanakan rekruitmen ke sekolah. Ini karena sekolah kami membekali kompetensi yang betul-betul sesuai dengan yang dibutuhkan industri," kata Kepala SMK Muhammadiyah Gamping, Sardi Spd MM, saat berbincang dengan Tribun Jogja, Jumat (9/4/2021). 

Menurutnya, ada tiga kompetensi ketrampilan di SMK Muhammadiyah Gamping. Yaitu Teknik Kendaraan Otomotif; Teknik Bisnis Sepeda Motor dan Tata busana. Keterampilan tata busana menjadi program unggulan.

Sebab, memiliki jaringan yang luas. Pada tahun ajaran 2020-2021, terdapat 21 siswa tata busana. Sebelum lulus, sebagian besar siswa sudah diterima dunia kerja.

Bahkan, pihak perusahaan yang datang langsung ke sekolah melakukan sosialisasi dan perekrutan. 

Kondisi hampir sama juga terjadi pada tahun ajaran 2019-2020. Di mana dari 27 siswa, sebagian bisa diterima dunia kerja dan ada juga wirausaha mandiri.

Bahkan, ada dua siswa yang melanjutkan pendidikan di Bandung dengan beasiswa dari perusahaan.

Berhitung prosentase, 85 persen siswa tata busana terserap dunia kerja, 10 persen melanjutkan pendidikan, dan sisanya menekuni wirausaha mandiri. 

"Hampir tidak ada lulusan tata busana disini yang nganggur. Ketika anak mau, begitu lulus, semua bisa langsung terserap dunia kerja," kata dia. 

Baca juga: Bupati Bantul Tak Larang Tradisi Padusan Jelang Bulan Ramadan Asalkan Wajib Taat Protokol Kesehatan

Ketua Jurusan Tata Busana SMK Muhammadiyah Gamping, Lisa Fatmawati Spdt mengungkapkan, selain sertifikat uji kompetensi Lembaga Sertifikat Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3), pihaknya dari awal juga selalu menanamkan budaya industri 5 R (ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin ) dalam pembelajaran kepada siswanya.

Sehingga mental siswa lebih kuat dan terbiasa memenuhi standar dunia industri. 

"Itu yang kami tanamkan. Kami juga mengajarkan keahlian kepada anak-anak desain dan pola baju, bukan hanya manual tapi digital. Lalu keahlian menjahit, bukan hanya untuk kebutuhan butik tapi juga custom atau high class. Harapannya, siswa bukan hanya bisa bekerja tapi juga berwirausaha," ujar Lisa. (Rif)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved