Bupati Bantul Tak Larang Tradisi Padusan Jelang Bulan Ramadan Asalkan Wajib Taat Protokol Kesehatan
Ia berharap meskipun masyarakat melakukan tradisi padusan, namun tidak menimbulkan kerumunan yang berdampak pada penyebaran COVID-19.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebelum menjalankan ibadah puasa, biasanya masyarakat melakukan tradisi padusan.
Masyarakat akan berbondong-bondong datang ke kolam renang, sumber mata air, hingga pantai untuk melakukan padusan.
Berkaitan dengan adanya pandemi COVID-19, Pemerintah Kabupaten Bantul tidak melakukan pelarangan.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan secara khusus pihaknya tidak melarang.
Baca juga: Antisipasi Pancaroba, Petani Gunungkidul Diminta Waspada Kegagalan Panen
Namun demikian, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan.
"Sepanjang tetap mematuhi protokol kesehatan, tidak ada larangan," katanya, Jumat (09/04/2021).
Ia berharap meskipun masyarakat melakukan tradisi padusan, namun tidak menimbulkan kerumunan yang berdampak pada penyebaran COVID-19.
Terpisah, Kapolsek Kretek, Kompol S Parmin menerangkan hingga saat ini pihaknya belum menerima permohonan izin terkait penyelenggaraan padusan.
Namun demikian, Polsek Kretek akan tetap melakukan pengawasan, terutama di kolam renang wilayah Kretek, Pantai Parangtritis, dan Pantai Parangkusumo.
"Kalau sebelum pandemi COVID-19 memang banyak yang melakukan padusan, terutama di Parangtritis. Sampai saat ini kami belum mendapat permohonan izin terkait padusan, tetapi kami tetap kan melakukan pengawasan dan koordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul," ujarnya.
Dalam pengawasan, pihaknya akan bekerjasama dengan Koramil Kretek.
Baca juga: Hadapi Pancaroba, BMKG Beri Edukasi Iklim Pada Petani di Playen Gunungkidul
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Annihayah menambahkan untuk antisipasi lonjakan pengunjung khususnya di Pantai Parangtritis, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satpol PP Bantul, TNI, Polri, Dinas Perhubungan Bantul, hingga Kalurahan Parangtritis.
Ia berharap dengan tambahan personil dapat memantau kepatuhan pengunjung terkait protokol kesehatan.
"Kunjungan di pantai Parangtritis saat libur akhir pean sudah mengalami peningkatan, bahkan hampir seperti normal. Makanya kami mengajukan tambahan personil hingga 50 orang. Harapan kami masyarakat yang melaksanakan tradisi padusan tetap mengikuti prokes," tambahnya. (maw)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bupati-bantul-abdul-halim-muslih-9421.jpg)