Antisipasi Pancaroba, Petani Gunungkidul Diminta Waspada Kegagalan Panen
Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto mengimbau para petani mewaspadai potensi terjadinya gagal panen.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto mengimbau para petani mewaspadai potensi terjadinya gagal panen.
Sebab saat ini kondisi cuaca tengah dalam masa peralihan (pancaroba) dari musim hujan ke musim kemarau.
Ia mengatakan para petani perlu lebih jeli lagi dalam memantau kondisi iklim dan cuaca terkini. Sebab saat ini perubahan yang terjadi bisa sangat ekstrem.
Baca juga: Hadapi Pancaroba, BMKG Beri Edukasi Iklim Pada Petani di Playen Gunungkidul
"Perubahan cuaca ekstrem itu bisa menyebabkan terjadinya kegagalan panen," kata Heri di Pedukuhan Sawahan II, Bleberan, Playen pada Jumat (09/04/2021).
Itu sebabnya, ia berharap para petani memaksimalkan perangkat komunikasi yang ada untuk mendapatkan informasi iklim dan cuaca terkini. Salah satunya lewat aplikasi Info BMKG.
Ia juga mengatakan sentuhan teknologi diperlukan dalam sektor pertanian. Pasalnya, kebutuhan pangan terus meningkat sedangkan lahan yang tersedia terbatas.
"Pemanfaatan teknologi setidaknya membantu mengoptimalkan hasil pangan," jelas Heri.
Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas memperkirakan pancaroba akan memasuki sebagian DIY pada April ini. Gunungkidul pun masuk di dalamnya.
Adapun musim kemarau diperkirakan akan mulai muncul di Gunungkidul sekitar akhir April. Wilayah yang akan mulai merasakan dampaknya berada di sisi selatan dan timur.
"Masyarakat, khususnya petani sudah harus mampu mengantisipasi kondisi ini," kata Reni.
Baca juga: BREAKING NEWS: Densus 88 Kembali Geledah Sebuah Rumah di Mantrijeron Yogyakarta
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan pihaknya sudah melakukan persiapan menghadapi datangnya musim kemarau.
Salah satunya lewat pembangunan embung atau damparit. Proses pembangunannya saat ini tengah dilakukan, salah satunya di Plembutan, Playen.
"Saat ini kan masih hujan, jadi embung itu akan menampung air hujan tersebut," jelas Bambang.
Ia menjelaskan keberadaan embung atau damparit sangat bermanfaat untuk menjaga ketersediaan air bagi pertanian. Produktivitas pangan selama kemarau pun bisa tetap stabil nantinya. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wakil-bupati-gunungkidul-heri-susanto-9421.jpg)