Breaking News:

Hadapi Pancaroba, BMKG Beri Edukasi Iklim Pada Petani di Playen Gunungkidul

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Iklim (SLI) bagi para petani pada Jumat (09/04/2021).

TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando
Penanaman simbolis tanda dimulainya pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang dilakukan oleh BMKG di Playen, Gunungkidul, pada Jumat (09/04/2021) 

TRIBUN JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Iklim (SLI) bagi para petani pada Jumat (09/04/2021).

Kegiatan ini berlangsung di Pedukuhan Sawahan II, Bleberam, Playen, Gunungkidul.

Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan edukasi iklim bagi petani perlu dilakukan dalam menghadapi pancaroba.

"Sebab menurut prediksi sebagian DIY sudah memasuki pancaroba di April ini," jelas Reni.

Baca juga: Begini Sosok F, Warga di Suryowijayan Kota Yogyakarta yang Rumahnya Digeledah Densus 88

Ia menjelaskan pendampingan akan dilakukan dengan skema learning by doing.

Tujuannya agar para petani lebih mudah memahami materi yang disampaikan terkait pengertian cuaca dan iklim.

Reni mengatakan BMKG sudah melakukan SLI setidaknya selama 10 tahun terakhir.

Sebanyak 7 ribu petani sudah mengikuti kegiatan tersebut dan hasilnya berdampak pada peningkatan hasil pangan.

"Kami harap para petani juga bisa saling berbagi ilmu agar pemahaman tentang cuaca bisa menyebar lebih luas," katanya.

Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto turut hadir dalam acara pembukaan SLI tersebut. Ia didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Bambang Wisnu Broto.

Heri menilai pemahaman iklim beserta penerapan teknologi perlu diketahui para petani masa kini. Pasalnya kondisi iklim kerap berubah cepat dan bisa berpengaruh pada hasil pertanian.

"Apalagi kebutuhan pangan meningkat terus, sedangkan luas lahan sulit bertambah," kata pria yang pernah berkarir di Kementerian Pertanian RI ini.

Baca juga: BREAKING NEWS: Densus 88 Kembali Geledah Sebuah Rumah di Mantrijeron Yogyakarta

Heri pun berharap SLI BMKG bisa menyentuh seluruh kelompok tani di Gunungkidul. Dengan demikian para petani bisa melakukan antisipasi perubahan iklim secara mandiri.

Pada sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul tengah berupaya meningkatkan kapasitas kemampuan para petani. Salah satunya membantu mereka dalam memahami pola tanam yang lebih ideal, menyesuaikan kondisi iklim.

"Lewat upaya itu, hasil pertanian bisa lebih maksimal nantinya," ujar Heri. (alx)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved