Breaking News:

Apa Itu Virus 'Eek' Varian Baru Virus Corona, Lebih Cepat Menular dan Kebal Terhadap Antibodi?

Bahkan, laporan tersebut mengatakan bahwa virus "Eek" juga kebal terhadap antibodi yang terbentuk alami setelah seseorang terinfeksi .

Net
Ilustrasi virus corona 

Tribunjogja.com - Berjalan setahun lebih, pandemi Virus Corona belum juga kelar. Meski saat ini negara-negara di dunia sedang gencar melakukan penyuntikan Vaksin COVID-19 ke warganya, namun di sisi lain masalah muncul yakni mutasi Virus Corona.

Sejumlah negara juga masih terus melaporkan adanya kasus baru infeksi COVID-19.

Melansir Worldometers pada Kamis (8/4/2021) pukul 05.45 WIB, di seluruh dunia tercatat kasus terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 133.642.814 kasus.

Ilustrasi
Ilustrasi (SHUTTERSTOCK/PETERSCHREIBER MEDIA)

Dari jumlah tersebut, sebanyak 107.776.850 orang sembuh dan 2.897.282 orang meninggal dunia karena COVID-19 di seluruh dunia.

Varian baru Virus Corona yang lebih mudah menular dan dikenal dapat mengurangi efekstivitas vaksin telah ditemukan.

Varian baru dengan nama E484K atau yang dikenal dengan nama "" ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan dan Brasil.

Istilah “Eek” padavarian baru ini berasal dari bahasa Inggris, yakni exclamation yang menunjukkan ekspresi terkejut, takut, atau peringatan.

Menurut laporan Channel News Asia, mutasi baru Virus Corona tersebut dapat mengurangi perlindungan yang ditawarkan oleh vaksin saat ini.

Baca juga: UPDATE Sebaran Covid-19 hingga Kamis 8 April 2021 Pagi Ini: Data Rinci Kasus Baru di 34 Provinsi

Bahkan, laporan tersebut mengatakan bahwa virus "Eek" juga kebal terhadap antibodi yang terbentuk alami setelah seseorang terinfeksi .

Namun, pemerintah mengklaim bahwa vaksin yang beredar di Indonesia saat ini mampu memberi perlindungan terhadap mutasi virus tersebut.

Halaman
12
Editor: Rina Eviana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved