Breaking News:

Yogyakarta

RT/RW di DI Yogyakarta Diminta Ikut Lakukan Skrining Pemudik

Pemda DIY meminta pemerintah desa hingga level RT dan RW untuk turut serta mengawasi pemudik maupun pendatang yang memasuki wilayahnya.

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com / Yuwantoro Winduajie
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji 

TRIBUNJOGJA, YOGYA - Pemda DIY meminta pemerintah desa hingga level RT dan RW untuk turut serta mengawasi pemudik maupun pendatang yang memasuki wilayahnya.

Satu di antara caranya dengan melakukan pemeriksaan dokumen bebas COVID-19.

Dibuktikan melalui hasil pemeriksaan negatif tes antigen, PCR, maupun GeNose.

"Yang paling penting adalah pengawasan di RT/RW kemudian kalau ada sesuatu di RT/RW silahkan lapor ke satgas COVID-19 tingkat kecamatan, kabupaten, sampai provinsi," terang Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji saat ditemui di kantornya, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Patuhi Peraturan Pemerintah, Hotel di DI Yogyakarta Wajibkan Pemudik Bawa Surat Rapid Tes Antigen

Pemudik yang tak sanggup memenuhi persyaratan, tak diperkenankan untuk memasuki wilayah atau diminta melakukan pemeriksaan di fasilitas layanan terdekat.

Selain itu, pemudik juga diimbau untuk menjalani isolasi mandiri selama satu hingga dua hari untuk memastikan mereka tak memiliki gejala COVID-19.

"Setelah itu baru bisa berinteraksi," paparnya.

Lebih jauh, Aji menuturkan, Hingga saat ini pihaknya belum menerima arahan lebih lanjut dari pemerintah terkait skema antisipasi pemudik di daerah. 

"Nanti BNPB juga mengeluarkan SOP tentang larangan mudik lalu dari Kemendagri juga akan mengeluarkan aturan turunannya. Ini masih kita tunggu," jelas Aji.

Jika pemerintah belum memberikan instruksi, maka daerah tak bisa bertindak lebih jauh.  

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved