Breaking News:

Marak Penangkapan Terduga Teroris di DI Yogyakarta, Sri Sultan Pimpin Deklarasi Jogja Istimewa

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan sejumlah pimpinan partai politik (parpol), tokoh agama, serta pejabat

TRIBUNJOGJA/ Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan sejumlah pimpinan partai politik (parpol), tokoh agama, serta pejabat Forkominda di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Selasa (6/4/2021) untuk mendeklarasikan Jogja Istimewa.

Perhelatan ini digelar menyikapi maraknya upaya penggeledahan dan penangkapan terduga teroris oleh tim Densus 88 antitetor di DI Yogyakarta.

"Kita mengantisipasi saja, biarpun (pertemuan ini) punya kaitan (dengan maraknya aksi terorisme)," ujar Sri Sultan saat ditemui di Bangsal Kepatihan, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Penggeledahan oleh Densus 88 di Wilayah DI Yogyakarta, DPRD DIY Kecewa dengan Kesbangpol

Dalam sambutannya, Sri Sultan meminta lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, maupun pimpinan informal untuk terus memupuk kebersamaan secara berkelanjutan.

Juga membulatkan komitmen bersama untuk menjaga Yogya agar tetap istimewa, kondusif, aman, dan berhati nyaman baik di dunia nyata maupun maya.

Kepada tokoh agama Sri Sultan berpesan untuk terus mengintensifkan komunikasi dan dialog khususnya di tingkat masyarakat serta menyerukan misi pemahaman agama kepada umatnya bahwa perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan yang tak terelakan.

“Dari kenyataan itu mestinya agama tidak dijadikan pembenaran untuk lakukan berbagai bentuk kekerasan terhadap sesama,” ungkap Raja Keraton Yogyakarta ini.

Baca juga: Dinilai Memiliki Risiko Tinggi Terhadap Bencana, Pemkot Magelang Akan Bentuk BPBD

Guna mengantisipasi bibit-bibit terorisme di tengah masyarakat, Sri Sultan meminta agar peran Jaga Warga dimaksimalkan. 

Sebelumnya Jaga Warga dibentuk untuk mengantisipasi beragam gangguan dan permasalahan sosial di level desa kelurahan seperti peredaran narkoba, kekerasan, hingga radikalisme.

"Kalau kita dialog satu persatu ya tidak bisa. Tapi kita mengantisipasi saja. Sudah mengeluarkan SK (Surat Keputusan) Gubernur Jagawarga, untuk dibikin setiap kelurahan antara 25 sampai 30 orang," terangnya. (tro)

Penulis: Yuwantoro Winduajie
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved